Pep Guardiola Siap Mundur dari Manchester City Akhir Musim Ini

Share

Pep Guardiola dikabarkan segera menanggalkan jabatannya sebagai manajer Manchester City pada penghujung musim ini. Seperti dikutip dari Bola, kubu City disebut-sebut bakal menunjuk Enzo Maresca sebagai suksesornya.

Langkah Guardiola untuk menyudahi masa baktinya di Stadion Etihad dijadwalkan bergulir setelah laga pemungkas Liga Inggris kontra Aston Villa pada Minggu (24/5/2026). Keputusan ini diambil meski ikatan kontraknya masih tersisa satu tahun lagi hingga 2027.

Durasi kepemimpinan selama 10 tahun dinilai sudah cukup bagi juru taktik asal Spanyol tersebut. Sejak mendarat dari Bayern Munchen pada 2016, mantan arsitek Barcelona itu sukses mentransformasi Manchester City menjadi kekuatan dominan di kompetisi domestik.

Selama menukangi The Sky Blues, ia sukses mengoleksi enam piala liga. Peluang menambah trofi ketujuh masih terbuka, asalkan City mampu melompati posisi Arsenal pada pertandingan penutup nanti.

Koleksi prestasi Guardiola di Inggris juga mencakup tiga piala FA, lima Piala Liga Inggris, serta satu trofi Liga Champions. Gelar Eropa tersebut diraih sebagai bagian dari catatan treble bersejarah pada musim 2022/2023.

Pihak manajemen klub dilaporkan telah mengomunikasikan rencana pengumuman besar ini kepada para sponsor utama. Selepas pengumuman resmi, parade bus terbuka siap digelar pada Senin (25/5/2026) untuk merayakan warisan prestasi sang pelatih.

Acara arak-arakan dijadwalkan berlangsung selama satu jam mulai pukul 16.00 waktu setempat. Konvoi bermula dari wilayah Northern Quarter dan berakhir di area resepsi tribun Colin Bell di Stadion Etihad.

Sejumlah nama pelatih mulai dikaitkan dengan kepindahan ke Stadion Etihad. Vincent Kompany yang kini menangani Bayern Munchen sempat dirumorkan bakal kembali ke klub lamanya.

Selain legenda klub tersebut, figur lain seperti Oliver Glasner dan Luis Enrique juga masuk dalam radar pengamatan. Kendati demikian, Enzo Maresca kini menempati posisi terdepan untuk menakhodai tim pada musim depan.

Negosiasi dengan pelatih asal Italia itu dikabarkan berjalan positif dan semakin mendekati kata sepakat. Spekulasi ini bergulir di tengah ketatnya persaingan perebutan takhta juara liga domestik.

Langkah Manchester City mempertahankan gelar kini sangat bergantung pada hasil pertandingan Arsenal. Tim asuhan Guardiola kini terpaut lima angka di belakang Arsenal dengan sisa dua pertandingan.

Jika Arsenal memetik poin penuh saat menjamu Crystal Palace, maka gelar juara dipastikan jatuh ke tangan rival mereka. Kondisi ini menuntut fokus penuh skuad Etihad di sisa musim.

Catatan Perjalanan Karier Jurnalan Guardiola

Guardiola merintis karier kepelatihannya di akademi Barcelona, tim yang pernah dibelanya sebanyak hampir 300 laga semasa aktif bermain. Ia naik pangkat menangani tim utama Blaugrana pada periode 2008 sampai 2012.

Dalam kurun waktu tiga tahun di Spanyol, ia mempersembahkan tiga gelar liga dan dua trofi Liga Champions. Sukses tersebut berlanjut saat ia pindah ke Jerman untuk melatih Bayern Munchen dengan torehan tiga gelar juara liga berturut-turut.

Manchester City kemudian merekrutnya pada 2016 untuk menggantikan posisi Manuel Pellegrini. Debutnya ditandai dengan kemenangan 2-1 atas Sunderland, meski musim pertamanya berakhir tanpa trofi di peringkat ketiga.

Evaluasi langsung dilakukan pada musim berikutnya lewat perekrutan Kyle Walker dan Bernardo Silva. Hasilnya, City menjuarai Liga Inggris sekaligus mengukir rekor perolehan 100 poin.

Satu tahun berselang, ia mengantarkan tim meraih treble domestik pertama di Inggris. Keberhasilan tertinggi di tingkat benua baru terwujud pada musim 2022/2023 setelah membungkam Inter Milan di final Liga Champions.

Dinamika di Luar Lapangan Hijau

Kehidupan Guardiola di luar sepak bola sempat diwarnai masa-masa sulit. Tahun lalu, ia resmi berpisah dengan Cristina Serra, wanita yang mendampinginya selama 30 tahun setelah lama hidup terpisah.

Proses perceraian mereka berjalan damai dengan menggunakan satu kuasa hukum yang sama demi kebaikan anak-anak. Hubungan keduanya telah terjalin sejak Guardiola masih berusia 18 tahun.

Perpisahan tersebut dipicu oleh keputusan Serra untuk kembali menetap di Barcelona guna mengurus bisnis busana miliknya. Momentum itu terjadi beberapa bulan pasca Guardiola memperpanjang kontrak di City.

Gelombang kepergian dari Stadion Etihad diprediksi tidak hanya melibatkan sang manajer. Beberapa pemain pilar seperti Bernardo Silva dan John Stones dilaporkan juga berpotensi hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author