UNJ Terima Puluhan Mahasiswa Disabilitas Setiap Tahun
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) secara konsisten menerima puluhan mahasiswa penyandang disabilitas setiap tahunnya melalui berbagai jalur pendaftaran, baik seleksi reguler nasional maupun seleksi mandiri khusus. Langkah inklusif ini membuat jumlah mahasiswa disabilitas aktif di kampus tersebut kini telah mencapai lebih dari 100 orang, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kepastian mengenai kuota dan jumlah data tersebut dipaparkan langsung oleh Tim Pendidikan Tinggi Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sekaligus Dosen UNJ, Asep Supena.
Informasi tersebut disampaikan dalam sebuah acara diskusi yang berlangsung di wilayah Senayan, Jakarta. "Jadi sekarang hampir setiap tahun memang harus ada mahasiswa disabilitas yang diterima di UNJ. Itu kurang lebih ya selama pengalaman saya itu bisa 15 sampai 30 orang itu masuk setiap tahun, dan kondisi hari ini jumlahnya di atas 100 orang disabilitas di UNJ," paparnya dalam acara Ngopi Bareng Kemdiktisaintek di Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Mengenai mekanisme pendaftaran, institusi pendidikan tinggi ini membuka kesempatan yang luas melalui seleksi nasional berbasis prestasi maupun tes. Pelamar berkebutuhan khusus diperbolehkan bersaing secara terbuka pada jalur umum seperti SNBP, SNBT, hingga ujian mandiri reguler.
"Nah kalau melalui jalur umum itu mereka diterima, alhamdulillah mereka bisa masuk melalui jalur yang umum," bebernya. Pihak rektorat mengantisipasi apabila jumlah kelulusan dari jalur umum masih belum memenuhi kuota yang tersedia. Jika kondisi tersebut terjadi, seleksi khusus akan diselenggarakan dengan mengundang kembali para pendaftar disabilitas yang sebelumnya belum berhasil lolos di jalur reguler.
"Jadi (calon) mahasiswa disabilitas yang gagal tadi masuk melalui jalur macam-macam itu, kita undang lagi mereka untuk diwawancarai secara khusus," ungkapnya. Proses wawancara lanjutan ini berfungsi untuk menilai kesiapan personal dari masing-masing calon peserta didik. Tim penguji akan mengukur tingkat motivasi, minat, serta kapasitas akademik mereka untuk menjalani perkuliahan.
"Tidak semua juga diterima, karena bergantung dari hasil wawancara. Kalau minatnya cukup kuat, kapasitas juga memadai, baru itu kemudian bisa diterima," urai Asep. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, Seleksi Mandiri Disabilitas UNJ 2026 mensyaratkan status Warga Negara Indonesia dan lulusan SMA/sederajat atau Paket C tahun 2024, 2025, dan 2026.
Selain itu, peserta tidak boleh berstatus diterima di PTN lain pada SNBP atau SNBT 2026, serta penilaian tidak mempertimbangkan besaran uang Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi untuk jenjang Sarjana (S1) maupun Sarjana Terapan (D4). Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi Penmaba UNJ dengan mengikuti alur pembuatan akun, pembayaran biaya ujian di bank mitra, hingga pencetakan kartu seleksi.
Proses pendaftaran seleksi ini dibuka sejak 25 Mei hingga 10 Juli 2026. Agenda berikutnya adalah pelaksanaan ujian tulis beserta wawancara psikologi pada 18 Juli 2026, yang hasilnya akan diumumkan secara resmi pada 30 Juli 2026.