Mahasiswa UMY Olah Limbah Popok Jadi Pupuk Organik
Empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengolah limbah popok sekali pakai menjadi pupuk organik melalui proyek bernama ReBumi. Inovasi lingkungan tersebut berhasil meraih pendanaan internasional dari program beVisioneers: The Mercedes-Benz Fellowship, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Tim ReBumi mendapatkan suntikan dana awal sebesar 3.000 euro atau setara Rp62 juta. Proyek ini berfokus pada pengolahan sampah popok yang tergolong sulit terurai agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pertanian.
Pengembangan inovasi ini dipimpin oleh Mohamed Baillor Jalloh dari Program Studi IPIEF UMY. Tiga anggota tim lainnya yakni Muhammad Nabil Adha dan Raffi Ahmad Taupik dari Agribisnis, serta Ilman Muhtar dari Agroteknologi, di bawah bimbingan dosen Agribisnis UMY Cahyo Wisnu Rubiyanto.
Melalui ajang beVisioneers: The Mercedes-Benz Fellowship, para peserta pilihan berkesempatan memperoleh pelatihan, pendampingan, jejaring, hingga peluang beasiswa proyek sampai 20.000 euro. Modal awal 3.000 euro yang didapatkan akan dialokasikan untuk menguji metode serta menyempurnakan konsep pengolahan sampah.
Ke depannya, tim ReBumi merancang implementasi pengelolaan sampah dalam skala yang lebih luas. Proyek ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan pengolahan limbah rumah tangga untuk dimanfaatkan kembali sebagai produk penunjang kebutuhan pertanian.