John Herdman Utamakan Budaya Persaudaraan Sebelum Taktik di Timnas Indonesia

Share

Filosofi dan arah baru yang ingin dibangun di Timnas Indonesia mulai dipaparkan oleh sang pelatih, John Herdman. Arsitek Skuad Garuda ini mengungkapkan bahwa fondasi utama timnya tidak sekadar bertumpu pada taktik, melainkan kekuatan budaya persaudaraan.

Dikutip dari Bola, John Herdman menjelaskan bahwa sebuah tim memerlukan dua pilar utama untuk menjaga perkembangan performa secara konsisten. Kedua aspek vital tersebut meliputi kerangka budaya serta kerangka taktik.

"Saya pikir filosofinya adalah, jika Anda menempatkan tepat di inti dari apa yang sedang kami coba achieve di sini, definisi saya tentang performa tinggi adalah melampaui ekspektasi secara konsisten," ujar John Herdman dinukil dari YouTube Antara TV Indonesia.

"Jadi, jika Anda ingin terus melampaui ekspektasi, ada dua hal, kerangka budaya dan kerangka taktik. Dan kerangka budaya datang lebih dulu," jelas John Herdman.

Penyusunan budaya dalam tubuh Timnas Indonesia dinilai John Herdman harus berjalan lebih awal sebelum melangkah pada strategi teknis di lapangan. Dirinya menghendaki seluruh pemain mempunyai satu visi yang sama ketika mengenakan jersi Skuad Garuda.

Target tertinggi yang wajib ditanamkan pada setiap pemain adalah membawa Timnas Indonesia menembus putaran final Piala Dunia. Misi besar ini dipandang mampu menjadi magnet kuat untuk menyatukan seluruh komponen tim.

"Ini tentang persaudaraan. Ini tentang menciptakan tujuan yang mendalam. 280 juta alasan mengapa kami bermain untuk meloloskan negara ini ke Piala Dunia," ucap John Herdman.

"Menjadi kelompok pertama yang melakukannya, dan memungkinkan generasi penggemar Indonesia merasakan ajang terbesar di planet ini. Itu saja. Itulah inti budaya. Itulah inti persaudaraan. Itulah inti dari setiap pemusatan latihan," terangnya.

Menanamkan Alasan dan Membentuk Kepemimpinan

Pelatih berumur 50 tahun ini juga mengingatkan bahwa para pemain harus benar-benar menyadari alasan mendasar mereka dipanggil ke dalam tim nasional. Kesadaran personal tersebut bakal menjadi energi utama untuk membentuk identitas kokoh Skuad Garuda.

"Kami harus mengingatkan setiap pemain mengapa kami berkumpul bersama. Dan ketika 'mengapa' itu menjadi sangat tertanam di hati para pemain, maka Anda bisa memiliki kerangka taktik," tutur John Herdman.

Langkah berikutnya yang ingin diwujudkan John Herdman adalah membentuk kelompok pemimpin dalam internal tim. Sosok-sosok pemimpin ini diharapkan menjadi pengawal standar perilaku dan budaya disiplin skuad setiap hari.

"Dan ketika saya berbicara tentang kerangka budaya dan 'mengapa' yang mendalam itu, Anda membangun kelompok kepemimpinan," ucap John Herdman.

"Dan para pemimpin itu harus terhubung dengan hal ini, dan para pemimpin itu harus menyuarakannya. Mereka harus mendorongnya setiap hari dalam perilaku, dalam kebiasaan di luar lapangan dan di dalam lapangan," terangnya.

Komitmen Sepak Bola di Atas Ketenaran

Fokus pada aspek sepak bola menjadi kriteria mutlak John Herdman dalam memilih pemain untuk Timnas Indonesia, bukan popularitas di luar lapangan hijau.

"Dan ketika mereka mendorong perilaku itu, Anda memiliki kesempatan untuk menciptakan budaya, budaya di mana orang merasa dipercaya, mereka merasa aman, mereka tahu kami berada di sini untuk alasan yang sama," pasar John Herdman.

"Kami tidak berada di sini untuk mendapatkan uang, ketenaran, atau pengikut Instagram. Kami berada di sini untuk mengubah sebuah negara selamanya," terangnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author