Farul Constanta Terancam Babak Baraj Usai Tumbang dari Metaloglobus

Share

Klub Farul Constanta menelan kekalahan krusial dengan skor 0-1 saat menjamu tim yang sudah dipastikan terdegradasi, Metaloglobus Bucuresti, dalam laga terakhir atau pekan kesembilan babak play-out Superliga Rumania pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 20.30 waktu setempat.

Hasil buruk di Stadion Ovidiu ini membuat Farul Constanta tertahan di peringkat bawah dengan raihan 25 poin dan terancam harus melewati babak baraj atau play-off promosi-degradasi demi mempertahankan posisi mereka di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Rumania.

Nasib masa depan Farul Constanta kini bergantung penuh pada hasil pertandingan lain antara Petrolul Ploiesti melawan Otelul Galati, di mana jika Petrolul meraih hasil yang lebih baik, maka Farul dipastikan akan menantang Chindia Targoviste di babak baraj.

Gol tunggal kemenangan tim tamu diciptakan oleh Zakir pada menit ke-60 melalui sebuah tendangan lob yang mengelabui penjaga gawang Farul, Munteanu, setelah memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan tuan rumah tepat setelah penyerang Farul, Denis Alibec, membuang peluang emas di depan gawang lawan.

Sebelum gol tersebut tercipta, Farul Constanta sebenarnya menguasai jalannya pertandingan sejak awal laga dan sempat memperoleh beberapa kesempatan emas di babak pertama, termasuk melalui aksi Denis Alibec yang menerima umpan matang Razvan Tanasa pada menit ke-24 serta peluang dari Isfan.

Menjelang akhir pertandingan, Farul terus berupaya menyamakan kedudukan demi mengamankan poin penuh, namun peluang emas terakhir lewat Doicaru pada menit ke-74 masih meleset dari sasaran akibat penampilan kokoh kiper Metaloglobus, Soare.

Kondisi kritis yang dialami oleh juara bertahan Rumania ini memicu perdebatan sengit dalam acara iAMsport LIVE yang dipandu oleh moderator Costin Stucan mengenai kepantasan serta peluang Farul Constanta untuk turun kasta ke Liga 2.

"Farul nu retrogradează, Doamne Ferește" kata Florin Prunea, mantan pemain tim nasional Rumania yang juga rekan pemilik klub, Gheorghe Hagi dan Gheorghe Popescu.

Mendengar pernyataan optimis tersebut, perwakilan manajemen atau pengamat sepak bola dalam diskusi tersebut langsung melontarkan tantangan balik terkait kepastian posisi tim di zona merah.

"Facem pariu?" ujar Alexandru David.

Mantan penjaga gawang legendaris Rumania itu langsung merespons dengan penegasan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin melihat atau membayangkan mantan klub rekannya tersebut hancur dan terlempar dari kompetisi utama.

"Doamne ferește, ferească Dumnezeu." kata Florin Prunea.

Pihak lawan diskusi kemudian mempertanyakan alasan di balik sikap penolakan keras tersebut, mengingat performa tim di lapangan yang terus merosot tajam menjelang akhir musim.

"De care Doamne Ferește?" tanya Alexandru David.

Mantan anggota Generasi Emas sepak bola Rumania itu kembali menegaskan keyakinannya bahwa klub asal Constanta tersebut memiliki mentalitas kuat yang tidak akan membiarkan mereka jatuh ke divisi dua.

"Nu retrogradează niciodată." kata Florin Prunea.

Sang moderator diskusi kemudian memberikan perbandingan objektif bahwa dalam sepak bola modern, klub-klub besar dengan sejarah panjang sekalipun tetap bisa mengalami degradasi jika tampil buruk sepanjang musim.

"Au retrogradat echipe mari, uite, retogradează West Ham." kata Costin Stucan.

Mantan pemain internasional tersebut langsung mengalihkan pembicaraan pada kebijakan teknis manajemen yang memilih untuk mendatangkan pelatih Stoican di tengah situasi kritis tim.

"Ce treabă au avut să-l aducă pe Stoican?" tanya Florin Prunea.

Moderator langsung menyanggah anggapan bahwa performa buruk dan ancaman degradasi yang dialami tim saat ini sepenuhnya merupakan kesalahan dari sang pelatih baru.

"Stai, mă, el retrogradează echipa?" tanya Costin Stucan.

Mantan kiper tersebut membalas dengan nada tinggi dan mempertanyakan siapa lagi yang harus bertanggung jawab atas merosotnya posisi klub di papan bawah klasemen jika bukan jajaran kepelatihan.

"Cine retrogradează, mama?" tanya Florin Prunea.

Sang pembawa acara kemudian mengingatkan kembali perjalanan tim yang sebelumnya sempat ditangani oleh pelatih Ianis Zicu sebelum akhirnya terlempar ke zona berbahaya.

"A ajuns acolo cu Zicu." kata Costin Stucan.

Mantan bintang timnas tersebut menolak argumen itu dan memuji performa awal di bawah kendali Zicu yang sempat meraih kemenangan besar atas tim-tim papan atas Rumania.

"Cum să ajungă cu Zicu acolo? I-a bătut pe toți, pe FCSB, pe Craiova cu 4-0." kata Florin Prunea.

Moderator langsung memotong dengan memberikan fakta realitas bahwa meskipun sempat meraih kemenangan besar, tim tetap saja finis di zona play-out dan berjuang menjauh dari ancaman turun kasta.

"Pe toți i-a bătut și era și el la retrogradare?" tanya Costin Stucan.

Diskusi panas tersebut ditutup dengan analisis evaluasi teknis di mana tim mengalami penurunan performa drastis akibat rentetan hasil negatif di laga-laga krusial babak akhir.

"Are patru înfrângeri una după alta. Îi scăpa Zicu, dar s-a p..t pe el Zicu." kata Florin Prunea.

Jika posisi Farul Constanta tidak berubah, mereka dipastikan akan menghadapi Chindia Targoviste yang berhak tampil di babak baraj karena dua tim di atasnya, FC Bihor dan Steaua Bucuresti, tidak memenuhi syarat regulasi untuk promosi ke Superliga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author