Kisah David Beckham Ungkap Ketakutan Class of 92 kepada Sir Alex Ferguson

Share

Sir Alex Ferguson diakui sebagai salah satu manajer paling agung dalam sejarah sepak bola melalui rekam jejaknya yang luar biasa bersama Manchester United. Pelatih asal Skotlandia tersebut telah memimpin Setan Merah dalam 1.500 pertandingan dengan torehan 13 gelar Premier League, lima Piala FA, dan dua trofi Liga Champions.

Sebelum mendominasi kompetisi di Inggris, Ferguson lebih dulu membangun reputasi besar bersama Aberdeen. Seperti dilansir dari Bola, ia sukses mematahkan dominasi Old Firm dan membawa klub tersebut menjuarai Liga Skotlandia sebanyak tiga kali.

Ferguson tidak hanya dikenang karena deretan trofi bergengsi yang diraihnya. Ia juga dikenal luas sebagai figur keras yang menuntut standar tertinggi dari semua elemen klub, tanpa memberikan perlakuan istimewa kepada pemain mana pun saat meluapkan amarah lewat istilah populer "hairdryer treatment".

Salah satu pencapaian terbesar Ferguson di Old Trafford adalah melahirkan era keemasan melalui kelompok pemain muda legendaris yang dijuluki "Class of 92". Kelompok ini diisi oleh nama-nama besar seperti Ryan Giggs, David Beckham, Gary Neville, Phil Neville, Paul Scholes, dan Nicky Butt.

Para pemain muda ini kemudian menjadi pilar utama tim dalam mendominasi sepak bola Inggris hingga berhasil meraih treble winners pada tahun 1999. Meski menjadi pemain inti di klub masa kecil mereka, anggota Class of 92 tetap tidak bisa lepas dari tekanan berat sang manajer.

Hubungan David Beckham dengan sang pelatih bahkan sempat mengalami keretakan yang serius. Konflik internal tersebut memaksa sang gelandang dilepas ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas tahun 2003.

Dalam pengakuannya beberapa tahun kemudian, Beckham menyatakan bahwa kepindahan tersebut menyisakan luka mendalam bagi dirinya. Ia bahkan mengaku tidak sanggup untuk menyaksikan pertandingan Manchester United selama tiga tahun setelah momen kepindahannya.

Meski hubungan keduanya sempat memanas di masa lalu, rasa hormat Beckham terhadap Ferguson tidak pernah pudar. Dalam sebuah wawancara lama, mantan kapten Timnas Inggris itu mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya di Class of 92 memendam rasa takut yang besar kepada Ferguson.

Rasa segan yang mendalam tersebut memicu para pemain untuk memberikan julukan khusus kepada sang manajer dengan sebutan "Godfather". Beckham memberikan penegasan mengenai julukan bernada segan tersebut.

"bukan dalam arti yang menyenangkan"

Terlepas dari akhir kariernya yang diwarnai ketegangan di Manchester United, Beckham tetap dipandang sebagai legenda klub dan ikon sepak bola Inggris. Bersama klub Manchester tersebut, ia sukses memenangi enam gelar Premier League, dua Piala FA, dan satu trofi Liga Champions.

Ia juga pernah meraih posisi runner-up Ballon d'Or sebelum melanjutkan petualangan sepak bolanya bersama LA Galaxy, AC Milan, serta Paris Saint-Germain hingga memutuskan pensiun pada 2013. Selepas gantung sepatu, Beckham bertransformasi menjadi pemilik klub MLS, Inter Miami, yang saat ini diperkuat oleh megabintang Lionel Messi.

Beckham juga menunjukkan kesuksesan besar dalam mengembangkan berbagai lini bisnis di luar lapangan hijau. Mantan pemain bernomor punggung tujuh ini baru saja dilaporkan menjadi olahragawan miliarder pertama yang berasal dari Inggris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author