Fabio Cannavaro Soroti Investasi Fasilitas Sepak Bola Uzbekistan
Pelatih tim nasional Uzbekistan Fabio Cannavaro menekankan pentingnya investasi jangka panjang pada akademi dan infrastruktur olahraga menjelang pertandingan debut historis negaranya melawan Kolombia dalam putaran final Piala Dunia di Kota Meksiko pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pengembangan fasilitas secara masif menjadi kunci utama keberhasilan negara Asia Tengah tersebut menembus panggung tertinggi sepak bola dunia untuk pertama kalinya. Uzbekistan yang kini menduduki peringkat 50 dunia berhasil melaju mulus melewati babak kualifikasi setelah federasi sepak bola setempat membuka pusat latihan nasional modern pada tahun lalu.
Mantan bek legendaris Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut mengungkapkan alasan utama dirinya bersedia menerima pinangan untuk menakhodai Uzbekistan sejak Oktober tahun lalu dalam konferensi pers yang terlambat 75 menit akibat kemacetan parah di Kota Meksiko setelah penerbangan dari Atlanta.
"One of the things that was important when I decided to sign for Uzbekistan was that the federation invests a lot of money in the academies and facilities [they opened a well-appointed national football centre last year]." ujar Fabio Cannavaro, Pelatih Kepala Timnas Uzbekistan.
Penegasan mengenai komitmen federasi tersebut diikuti dengan keyakinan kuat bahwa proyek jangka panjang ini akan membuahkan hasil signifikan bagi masa depan para pemain muda setempat di kancah internasional.
"The future Uzbekistan footballers will grow, and we’ll see more of them playing in Europe. I’m sure of that because the mentality they are working with, and which they are growing, is really good." kata Fabio Cannavaro, Pelatih Kepala Timnas Uzbekistan.
Dilansir dari South China Morning Post, sesi tanya jawab yang berlangsung di dalam sebuah tenda besar sebagai ruang media sementara tersebut sempat diwarnai protes dari seorang jurnalis Uzbekistan kepada sukarelawan karena tidak mendapat kesempatan bertanya. Berbeda dengan Uzbekistan, tim nasional China justru absen dari putaran final Piala Dunia untuk keenam kalinya secara berturut-turut setelah terakhir kali lolos pada tahun 2002 silam.