Bule Baku Hantam di Canggu Dipicu Tindakan Meludahi Sopir Taksi

Share

Kawasan wisata Canggu di Kuta Utara, Badung, Bali, mendadak gempar akibat aksi baku hantam sejumlah warga negara asing (WNA). Rekaman amatir yang memperlihatkan adu jotos di tengah jalan raya ini beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut dikonfirmasi terjadi di Jalan Pantai Batu Bolong, Banjar Canggu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Berdasarkan data kepolisian, insiden berlangsung pada Senin (15/6) sore sekitar pukul 15.35 Wita.

Dilansir dari Detik Travel, ketegangan bermula saat sebuah taksi melintas dari arah selatan menuju utara. Di tengah perjalanan, salah satu dari tiga bule yang mengendarai dua motor matik besar mendadak meludahi sopir taksi tersebut.

Sopir taksi yang tidak terima dengan perlakuan tersebut langsung mengejar dan menyalip kendaraan para WNA. Mereka akhirnya berhenti tepat di depan kafe Gigi Susu yang sedang ramai pengunjung.

Kondisi memanas ketika seorang bule berbaju putih turun dari motor dan memukul kaca belakang taksi. Sopir taksi kemudian keluar dari mobil hingga terlibat adu mulut yang sengit dengan warga asing tersebut.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana menjelaskan bahwa salah satu rekan WNA sempat berusaha menenangkan situasi.

"Rekan WNA yang berbaju hitam sebenarnya sempat berupaya melerai perselisihan itu, namun situasi di lapangan tetap saja memanas," tutur Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana.

Ketegangan sempat mereda pada pukul 15.37 Wita ketika kelompok WNA tersebut bersiap pergi. Namun, saat mereka hendak melintas, pengemudi taksi tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah salah satu WNA berbaju hitam yang sedang berboncengan.

"Karena tidak terima dipukul, kelompok WNA ini menghentikan motornya lalu terjadi aksi saling serang yang memicu keributan besar," jelas Sukadana.

Perkelahian massal ini kian meluas setelah sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di sekitar lokasi ikut merapat. Kehadiran mereka membuat situasi lalu lintas terkunci dan memicu kepanikan pengendara lain.

Tiga petugas keamanan dari kafe Gigi Susu kemudian langsung turun tangan untuk memisahkan kedua belah pihak.

"Petugas keamanan dari pihak Gigi Susu atas nama Kanis, Donis, dan Kris langsung turun tangan melerai perkelahian massal tersebut," ungkap Sukadana.

Keributan akhirnya berhasil diredakan oleh petugas keamanan sebelum situasi semakin memburuk. Kelompok WNA terpantau meninggalkan lokasi lebih dulu ke arah utara, yang kemudian disusul oleh pengemudi taksi setelah kondisi kondusif.

"Kasus ini dipicu oleh tindakan tidak menyenangkan yang berujung kontak fisik, kemudian membesar karena keterlibatan ojol serta opang di lokasi," pungkas Sukadana.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author