Yum Brands Jual Pizza Hut Senilai 2,7 Miliar Dolar AS

Share

Yum Brands mengumumkan penjualan jaringan restoran Pizza Hut senilai 2,7 miliar dolar AS pada Selasa (16/6/2026) setelah menghadapi penurunan penjualan akibat ketatnya persaingan bisnis kuliner. Langkah divestasi ini membagi kepemilikan Pizza Hut menjadi dua kesepakatan terpisah bersama perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital dan Yum China Holdings Inc. Berdasarkan laporan finansial, LongRange Capital mengakuisisi bisnis global Pizza Hut di luar Tiongkok senilai 1,5 miliar dolar AS, sementara Yum China Holdings Inc. membeli operasional Tiongkok daratan sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Kondisi keuangan Pizza Hut terus melemah dengan penurunan penjualan global sebesar 2 persen pada tahun lalu, sementara penjualan domestik di Amerika Serikat merosot hingga 8,2 persen menurut data firma konsultan Technomic.

Direktur Pelaksana GlobalData Neil Saunders menjelaskan bahwa merek restoran berusia 68 tahun ini telah lama menjadi titik lemah dalam portofolio bisnis Yum Brands. "Pizza Hut has long been the weak link in Yum’s portfolio," tulis Neil Saunders, Managing Director GlobalData.

Melalui analisisnya, upaya pemulihan merek dan penutupan gerai yang tidak berkinerja baik terbukti tidak cukup untuk mengembalikan pertumbuhan divisi tersebut. "Despite efforts to revitalize the brand and shut underperforming locations, it has become increasingly clear that pushing the division back into growth will require a level of investment and patience that Yum is just not prepared to commit to," kata Neil Saunders, Managing Director dan Analis Ritel GlobalData.

Tekanan terhadap Pizza Hut semakin meningkat akibat migrasi konsumen ke layanan pesan antar daring seperti DoorDash dan Uber Eats yang menawarkan berbagai pilihan kuliner di luar piza. CEO Yum Brands Chris Turner menegaskan penjualan ini bertujuan agar korporasi bisa lebih fokus pada pengembangan Taco Bell dan KFC yang memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang signifikan. "Under LongRange and Yum China, Pizza Hut will be well positioned for future growth with ownership that brings deep expertise in the restaurant industry," kata Chris Turner, CEO Yum Brands.

Saat berbicara di saluran CNBC, Chris Turner menambahkan bahwa langkah ini memberikan ruang bagi Pizza Hut untuk mengejar strategi pertumbuhannya sendiri secara mandiri.

"This positions Pizza Hut for even greater growth going forward, and for Yum, it allows us to focus even more on those three brands," ujar Chris Turner, CEO Yum Brands. Fokus investasi selanjutnya akan diarahkan ke Taco Bell yang mencatatkan pertumbuhan penjualan gerai yang sama sebesar 18 persen, serta KFC yang kini mengoperasikan sekitar 34.000 restoran di seluruh dunia. "We're talking about raising the bar, battling for the future consumer, accelerating restaurant economics, and reaching the full potential of bite in our technology ecosystem," ucap Chris Turner, CEO Yum Brands.

Pihak pembeli menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan tim eksekutif serta para pemegang waralaba piza legendaris yang didirikan sejak tahun 1958 di Kansas tersebut.

"Pizza Hut is a beloved global brand with a rich heritage and a loyal customer base that few brands can match," kata Bob Berlin, Pendiri LongRange Capital. Pendiri LongRange Capital Bob Berlin memiliki rekam jejak dalam memulihkan kinerja keuangan jaringan makanan cepat saji Arby's saat memimpin investasi di The Baupost Group.

"to drive its next phase of growth." ujar Bob Berlin, Pendiri LongRange Capital. Proses transaksi penjualan Pizza Hut di wilayah Amerika Serikat dan Tiongkok ini ditargetkan selesai sepenuhnya oleh Yum Brands pada kuartal ketiga tahun ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author