Microsoft Luncurkan Surface Pro 13 Inci dan Surface Laptop Terbaru
Microsoft resmi menghadirkan generasi teranyar dari lini perangkat andalannya, yaitu Surface Pro 13 inci (Surface Pro 12th Edition) dan Surface Laptop (Surface Laptop 8th Edition). Perangkat komputer jinjing ini sudah tersedia untuk pasar konsumen sejak 16 Juni 2026 kemarin, seperti dikutip dari Bloomberg Technoz. Sementara itu, Microsoft menjadwalkan peluncuran untuk versi bisnis atau korporasi pada 14 Juli mendatang.
Langkah strategis raksasa teknologi ini menjadi kelanjutan penting dalam memperluas ekosistem komputer berbasis Windows on Arm dan Copilot+ PC.
Dapur pacu kedua perangkat ini mengandalkan ketangguhan prosesor terbaru Qualcomm Snapdragon X2. Konsumen diberikan opsi untuk memilih prosesor Snapdragon X2 Plus 10-core atau varian yang lebih tinggi Snapdragon X2 Elite 12-core.
Chip mutakhir besutan Qualcomm ini terintegrasi dengan Neural Processing Unit (NPU) Hexagon yang mumpuni. Komponen tersebut mendongkrak kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) hingga mencapai 80 TOPS (triliun operasi per detik).
Kapasitas pemrosesan ini melonjak hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan Snapdragon X generasi terdahulu yang mentok di angka 45 TOPS. Pihak produsen mengeklaim bahwa lonjakan performa ini membuat operasional berbagai fitur AI dapat berjalan secara lokal di dalam perangkat. Pengguna bisa menikmati fitur-fitur Copilot+, pemrosesan gambar, hingga beban kerja generatif tanpa membutuhkan koneksi internet.
Surface Laptop varian terbaru hadir dalam dua opsi ukuran bentang layar, yaitu versi 13,8 inci dan versi 15 inci.
Model dengan layar 13,8 inci dipasarkan dengan harga mulai dari US$1.599 atau setara Rp26 juta. Sementara itu, model dengan dimensi layar 15 inci dibanderol mulai dari US$1.699 atau berkisar Rp27,7 juta. Layar panel LCD disematkan pada varian 13,8 inci dengan tingkat kehalusan refresh rate 120Hz serta kerapatan gambar 201 piksel per inci (PPI).
Di sisi lain, varian 15 inci menawarkan kerapatan layar yang lebih tinggi hingga 262 PPI dan sudah dilengkapi slot kartu MicroSDXC.
Urusan konektivitas pada kedua model ini ditunjang oleh keberadaan dua port USB-C/USB4 serta satu port USB-A. Microsoft turut menyegarkan tampilan dengan memperkenalkan opsi warna baru bernama Jade untuk varian laptop 13,8 inci.
Warna anyar ini melengkapi koleksi warna yang sudah ada sebelumnya, yakni Platinum, Black, dan Dune. Terkait performa daya, laptop ini diklaim sanggup memutar video lokal secara kontinu sampai 20 jam dalam satu kali pengisian daya penuh.
Pembaruan Fitur pada Lini Surface Pro
Untuk perangkat Surface Pro generasi terbaru, konsumen disuguhkan layar berukuran 13 inci dengan harga jual mulai US$1.499 atau sekitar Rp24,4 juta. Perangkat hibrida 2-in-1 ini tetap setia mempertahankan desain ikonisnya yang dilengkapi kickstand terintegrasi. Sistem papan ketik atau keyboard pada perangkat ini masih dijual secara terpisah dari paket utama.
Salah satu lompatan spesifikasi yang paling mencolok pada Surface Pro kali ini adalah ketersediaan opsi layar OLED 120Hz.
Opsi panel premium ini sebelumnya hanya terbatas pada konfigurasi perangkat tertentu saja. Kendati demikian, konsumen masih tetap bisa memilih varian panel LCD yang mengusung refresh rate dinamis yang serupa. Fasilitas penunjang lainnya mencakup kamera depan dengan lensa ultrawide 1440p, teknologi Wi-Fi 7, koneksi Bluetooth 5.4, serta sepasang port USB-C/USB4.
Daya hidup baterai pada perangkat tablet hibrida ini diklaim mampu bertahan hingga 15,5 jam untuk keperluan menyaksikan video lokal.
Membahas sektor ruang penyimpanan, baik Surface Pro maupun Surface Laptop menawarkan kapasitas RAM bawaan mulai dari 16GB yang bisa ditingkatkan hingga 64GB. Kapasitas penyimpanan media SSD bergerak dari angka 256GB hingga batas 1TB untuk model Surface Pro.
Sedangkan untuk model Surface Laptop, ruang penyimpanan internal bisa dikonfigurasi hingga menyentuh angka 2TB pada varian tertentu. Sektor pemrosesan grafis pada chip Snapdragon X2 diklaim membawa lompatan performa visual hingga 53% dibanding pendahulunya.
Namun, beberapa pengamat teknologi berpendapat bahwa aspek desain eksterior perangkat ini masih cenderung sama dengan generasi sebelumnya. Peningkatan yang paling signifikan pada generasi terbaru ini dinilai lebih bertumpu pada kinerja prosesor dan optimalisasi kecerdasan buatan.