DPR RI Setujui Rekomendasi Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia resmi menyetujui rekomendasi pemberian status kewarganegaraan untuk dua pesepak bola keturunan, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, dalam rapat kerja di Jakarta pada Senin (15/6/2026).
Keputusan penambahan amunisi baru untuk Timnas Indonesia ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Persetujuan ini menjadi langkah awal bagi kedua pemain sebelum berkasnya diteruskan ke rapat paripurna DPR RI untuk kemudian melewati proses penerbitan Keputusan Presiden, pengambilan sumpah WNI, hingga peralihan asosiasi di FIFA.
"Ini wujud nyata sinergi yang luar biasa antara pemerintah, wakil rakyat, dan federasi dalam membangun Timnas Indonesia yang lebih tangguh di kancah internasional." kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Erick Thohir menambahkan bahwa kehadiran kedua pemain muda bertalenta ini diperlukan demi memperkuat kedalaman skuad menjelang turnamen Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
"Kami sangat menghargai setiap catatan dari dewan dan akan terus menjaga amanah ini, tidak hanya melalui naturalisasi yang selektif, tetapi juga dengan terus memperkuat pembibitan dan pembinaan pemain lokal jangka panjang," ucapnya.
PSSI menegaskan bahwa kebijakan mendatangkan pemain diaspora bertujuan mempercepat transfer pengetahuan guna melengkapi kemampuan bakat sepak bola lokal di kompetisi profesional maupun tim nasional.
"Kedua atlet itu diperlukan untuk memperkuat kedalaman skuad timnas." tambahnya.
Pemain yang dinaturalisasi ini memiliki rekam jejak mumpuni, di mana Luke Vickery merupakan penyerang sayap berumur 20 tahun asal klub Macarthur FC di Liga Australia yang memiliki garis keturunan dari neneknya di Medan.
"Tentu saja, (naturalisasi) ini sudah menjadi impian saya sejak lama," kata Luke Vickery seperti dikutip dari ANTARA.
Luke Vickery yang tampil sebanyak 24 kali dengan torehan lima gol musim ini menyatakan bahwa proses perpindahan kewarganegaraan tersebut menjadi pencapaian emosional yang sangat dinantikan oleh pihak keluarganya.
"Ini adalah momentum yang sangat emosional dan berarti bagi keluarga saya karena nenek saya lahir di sana (Indonesia)," tambahnya.
Pemain sayap andalan A-League tersebut menegaskan kesiapannya untuk memberikan kontribusi terbaik di lapangan demi membanggakan seluruh pendukung Skuad Garuda.
"Bisa mewakili jutaan orang di sana (bersama Timnas Indonesia) jelas merupakan momen yang sangat Istimewa," ucapnya.
Sementara itu, Mitchell Lee Baker merupakan penyerang berusia 19 tahun yang kini membela Georgetown University di kompetisi NCAA Amerika Serikat dengan darah Indonesia berasal dari kakek-neneknya di Yogyakarta dan Semarang.
Meskipun memberikan persetujuan, Komisi X DPR RI mengingatkan agar PSSI dan Kemenpora tetap mengutamakan pembinaan atlet lokal dan melakukan evaluasi performa berkala terhadap program naturalisasi.
"Komisi X DPR RI memutuskan menyetujui rekomendasi kewarganegaraan RI atas nama Sdr. Mitchell Lee Baker dan Sdr. Luke Anthony Vickery. Naturalisasi terhadap olahragawan harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis, komitmen olahragawan naturalisasi, kriteria yang jelas dan transparan, pembibitan dan pembinaan jangka panjang, dukungan bagi regenerasi pemain, dan evaluasi yang berkelanjutan," kata Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Langkah proaktif PSSI dalam memproses berkas kewarganegaraan Baker dan Vickery ini juga mendapat sorotan tajam dari media Vietnam, Soha, yang mengkhawatirkan kekuatan Indonesia di babak grup ASEAN Championship 2026.
"Timnas Indonesia akan memiliki lebih banyak bintang naturalisasi dari Jerman dan Belanda, yang menimbulkan kekhawatiran bagi Timnas Vietnam." tulis Soha.
Media asal Negeri Naga Biru itu mengulas bahwa manuver Indonesia tidak berhenti di dua nama ini saja, melainkan terdapat beberapa nama potensial lain asal liga Eropa yang tengah dipantau federasi.
"Menurut informasi terbaru, setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia akan menaturalisasi dua pemain lagi dari Jerman dan Belanda." tulis Soha.
Soha menilai kebijakan jangka panjang Indonesia dalam memperkuat komposisi tim nasional hingga kelompok umur U-23 akan menjadi batu sandungan terbesar bagi rencana Vietnam untuk mempertahankan takhta regional.
"Jelas bahwa Timnas Indonesia masih aktif mengejar strategi naturalisasi untuk memperkuat tim nasionalnya (termasuk tim U-23)." tulis Soha.
Pertemuan kedua negara di fase grup turnamen sepak bola terbesar se-Asia Tenggara mendatang diprediksi akan berlangsung sengit seiring meningkatnya tensi persaingan kedua tim di kawasan.
"Langkah ini menimbulkan tantangan signifikan bagi para pesaingnya, termasuk Timnas Vietnam." tulis Soha.
Berdasarkan perkembangan peta kekuatan ini, pengamat sepak bola memproyeksikan anak asuh Kim Sang-sik harus bekerja ekstra keras jika ingin melaju mulus dari adangan skuad asuhan Shin Tae-yong.
"Timnas Vietnam dan Indonesia akan saling berhadapan sejak babak penyisihan grup ASEAN Championship 2026." tulis Soha.
Setelah merampungkan agenda pemusatan latihan pada akhir Mei dan FIFA Matchday Juni, Baker serta Vickery kini menunggu jadwal resmi pengambilan sumpah kewarganegaraan sebelum didaftarkan ke FIFA.
"Indonesia juga kemungkinan akan menjadi rintangan terbesar dalam perjalanan mempertahankan gelar regional bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik," tulis Soha.