Toyota Tolak Peralihan Total ke Kendaraan Listrik demi Lapangan Kerja
Pabrikan otomotif Toyota menyatakan keengganannya untuk beralih sepenuhnya ke ekosistem kendaraan listrik murni demi melindungi lapangan kerja di industri komponen mesin konvensional. Penegasan tersebut disampaikan oleh Bos Toyota, Akio Toyoda, yang menilai bahwa kendaraan harus tetap dirancang secara menarik dari segi desain, suara, maupun sensasi berkendara, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Rabu (17/6).
"I ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik," ujar Akio Toyoda, Bos Toyota.
Kekhawatiran terhadap dominasi tunggal kendaraan listrik di masa depan membuat Toyota memilih langkah yang berbeda dari para pesaingnya di China dan Korea Selatan. Alih-alih memfokuskan seluruh sumber daya pada mobil listrik, produsen asal Jepang ini memilih untuk mendiversifikasi pengembangan teknologi ramah lingkungan mereka.
"Semua orang beralih ke kendaraan listrik, itulah ketakutan terbesar saya," tutur Akio Toyoda, Bos Toyota.
Langkah nyata dari strategi diversifikasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan teknologi berbasis hidrogen, fuel cell, hingga mesin pembakaran internal yang memanfaatkan bahan bakar hidrogen. Di samping itu, Toyota tetap mempertahankan lini mobil sport berperforma tinggi seperti generasi terbaru GR Yaris hybrid bertenaga besar, serta menyiapkan model sport lain seperti MR2, Celica, dan GR GT yang dibekali mesin V8 twin-turbo.
Keputusan mempertahankan mesin pembakaran internal ini juga didasari oleh dampak sosial yang besar terhadap ekosistem rantai pasok otomotif. Menurut Toyoda, perpindahan total ke mobil listrik secara tergesa-gesa akan langsung mematikan mata pencaharian para pekerja di sektor pembuatan mesin konvensional.
"Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin. Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," kata Akio Toyoda, Bos Toyota.