Sutradara Craig Gillespie Rancang Visual Film Supergirl Berbeda dari Superman

Share

Sutradara Craig Gillespie mengumumkan bahwa film Supergirl yang akan datang bakal mengusung estetika visual yang kontras dengan film Superman arahan James Gunn.

Proyek layar lebar ini menjadi karya kedua dari DC Studios di bawah kendali James Gunn dan Peter Safran. Dikutip dari Detikcom, film Supergirl sengaja dirancang agar memiliki ciri khas tersendiri tanpa mengekor gaya pendahulunya.

Visi artistik yang spesifik telah dipersiapkan oleh Craig Gillespie sebelum dirinya melakukan presentasi di hadapan pihak studio. Ia mengincar hasil akhir sinematik yang terasa lebih mentah dibandingkan dengan tayangan pahlawan super pada umumnya.

"Saya datang dengan sekitar 120 halaman berisi gambar-gambar yang menurut saya mewakili identitas film ini. Saya memulai dengan ribuan gambar, dan saat saya mempersempit pilihannya, muncul sebuah narasi yang terasa sangat menarik, taktil, dan berantakan," kata Craig Gillespie.

Langkah berani tersebut mendapat dukungan penuh dari James Gunn selaku CEO DC Studios. Ia menegaskan bahwa setiap film dalam semesta baru ini harus memiliki keunikan masing-masing, serupa dengan variasi novel grafis di industri komik.

"Saya bertanya kepadanya seberapa besar ia ingin saya menyesuaikan diri dengan dunianya setelah film Superman. Ia menjawab tidak sama sekali. Ia mendekati semua film ini seolah-olah itu adalah novel grafis masing-masing, di mana setiap buku memiliki ilustrator dan penulisnya sendiri untuk menjadikannya berbeda. Bagi seorang pembuat film, jawaban itu luar biasa," ujar Craig Gillespie.

Sosok Kara Zor-El yang diperankan Milly Alcock sebelumnya telah diperkenalkan lewat penampilan singkat dalam film Superman pada tahun 2025. Melalui film solonya, fokus cerita akan bergeser pada petualangan luar angkasa Kara bersama karakter wanita muda bernama Ruthye.

Narasi film ini menyoroti misi pembalasan dendam Ruthye terhadap Krem of the Yellow Hills, tokoh antagonis yang dimainkan oleh Matthias Schoenaerts. Konflik tersebut kian memuncak setelah Krypto, anjing peliharaan Supergirl, ikut diracun oleh musuh mereka.

Aktris Eve Ridley turut bergabung dalam jajaran pemain untuk memerankan karakter Ruthye. Di samping itu, aktor Jason Momoa dikabarkan masuk ke dalam semesta baru DC ini untuk memerankan karakter ikonik, Lobo.

Film Supergirl dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai 26 Juni 2026. Proyek ini memegang peranan krusial dalam strategi jangka panjang DC Studios untuk menghadirkan kisah pahlawan super yang lebih variatif dari segi nada dan visual.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author