Timnas Argentina Memulai Misi Pertahankan Gelar Piala Dunia Melawan Aljazair

Share

Tim nasional Argentina bersiap memulai kampanye mereka untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia dengan menghadapi Aljazair dalam pertandingan pembuka Grup J di Kansas City Stadium, Missouri, pada Selasa malam waktu setempat. Pertandingan ini menandai langkah awal La Albiceleste untuk menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia berturut-turut dalam 62 tahun terakhir, sekaligus menjadi penampilan keenam bagi sang kapten, Lionel Messi, di turnamen akbar tersebut. Lionel Messi yang akan menginjak usia 39 tahun akhir bulan ini diproyeksikan pensiun dari sepak bola internasional setelah turnamen dengan format baru 48 tim ini berakhir. Penyerang legendaris tersebut membutuhkan empat gol lagi untuk melewati rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol.

Kondisi fisik Messi sempat terganggu oleh kelelahan otot dan cedera hamstring yang membuatnya ditarik keluar pada laga terakhir Inter Miami serta absen dalam laga persahabatan Argentina melawan Honduras demi memastikan kebugarannya di turnamen ini.

Meskipun Argentina tidak menempati posisi teratas sebagai favorit utama tahun ini, tim asuhan Lionel Scaloni tetap menjadi kekuatan menakutkan dengan kehadiran penyerang tangguh seperti Lautaro Martinez dan Julian Alvarez yang mendampingi Messi. Sebelum turnamen, Argentina tampil sangat klinis dalam kualifikasi zona Amerika Selatan dengan memenangkan 12 dari 18 pertandingan serta mencetak 31 gol, dilanjutkan dengan menyapu bersih tujuh laga persahabatan menjelang kompetisi dan mencatatkan enam kali tanpa kebobolan.

Jika diturunkan dalam laga melawan Aljazair, Messi akan mencatatkan penampilannya yang ke-200 bersama Argentina, sebuah rekor yang sejauh ini hanya bisa dicapai oleh Cristiano Ronaldo dari Portugal dan Bader Al-Mutawa dari Kuwait. Di sisi lain, Aljazair yang kini dilatih oleh mantan pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 2014 setelah melewati kualifikasi dengan memenangkan delapan dari sepuluh pertandingan.

Aljazair mengandalkan formasi 4-3-3 dengan mantan pemain sayap Manchester City, Riyad Mahrez, sebagai pemimpin di lapangan bersama penyerang muda berusia 25 tahun, Mohamed Amoura, yang menjadi ancaman nyata dari sektor sayap. Persiapan tim berjuluk Rubah Gurun ini cukup solid setelah berhasil memenangkan empat pertandingan persahabatan terakhir mereka, termasuk kemenangan impresif 1-0 atas Belanda dan menahan imbang Uruguay tanpa gol. Sementara itu, pertandingan lain di hari yang sama akan mempertemukan Prancis melawan Senegal di New Jersey, Irak menghadapi Norwegia di Massachusetts, serta Austria melawan Yordania di Santa Clara.

Prancis yang menjadi salah satu favorit juara bersama Spanyol, mengandalkan lini depan bertabur bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan pemain muda Desire Doue dalam upayanya mengejar gelar Piala Dunia ketiga.

Pada pertandingan sebelumnya, kejutan besar terjadi ketika tim debutan Tanjung Verde berhasil menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0 berkat aksi penyelamatan gemilang dari penjaga gawang berusia 40 tahun, Vozinha, yang mementahkan 27 tembakan Spanyol. Pertandingan antara Argentina dan Aljazair juga mencetak sejarah baru bagi Kota Kansas City yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia, di mana Arrowhead Stadium diubah namanya menjadi Kansas City Stadium selama turnamen berlangsung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author