Umat Islam Boleh Menggabungkan Niat Dua Puasa Sunnah Sekaligus
Umat Islam diperbolehkan untuk menggabungkan dua niat puasa sunnah sekaligus dalam satu kali pelaksanaan ibadah syariat berdasarkan penjelasan hukum fikih.
Hukum mengenai penggabungan niat ibadah sunnah tersebut disampaikan oleh Ustaz Farid Nu'man Hasan melalui sebuah keterangan tertulis yang dilansir dari Kalam Sindonews pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia tersebut memberikan jawaban singkat yang menegaskan bahwa penggabungan dua niat puasa sunnah itu sah untuk dilakukan oleh umat muslim.
Landasan hukum mengenai bolehnya mendapatkan dua manfaat atau pahala sekaligus dalam satu amalan didasarkan pada salah satu hadis nabi.
"Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah, bersedekah kepada orang yang punya hubungan persaudaraan ada dua macam keutamaan: bersedekah dan silaturrahim." kata Ustaz Farid Nu'man Hasan saat mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi nomor 657 yang berstatus hasan.
Melalui dalil tersebut, satu amal ibadah sedekah kepada keluarga terbukti mendatangkan pahala ganda. Ketentuan ini juga berlaku pada salat sunnah qabliyah yang digabung dengan tahiyatul masjid sebagaimana fatwa Imam An-Nawawi, serta ibadah puasa sunnah.
Keabsahan mengenai pelaksanaan ibadah puasa sunnah yang bertepatan dengan hari puasa sunnah lainnya juga didukung oleh pandangan dari ulama fikih terkemuka.
"Ketahuilah shaum (puasa) itu diperoleh dengan dua sebab: seperti jatuhnya hari 'Arafah atau hari Asyura di hari Senin atau Kamis, atau jatuhnya Senin atau Kamis bertepatan dengan enam hari Syawwal. Maka, penekanan untuk menjaganya jadi bertambah kuat, jika meniatkan langsung keduanya maka sah. Seperti sedekah kepada kerabat sendiri mendapatkan dua hasil: sedekah dan silaturrahim. Demikian juga jika berpuasa dengan dua niat menurut pendapat yang benar (adalah sah)." tulis Al 'Allamah As Sayyid Al Bakriy bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi dalam kitab I'aanatuth Thalibiin, 2/307.