Arman Tsarukyan Pertimbangkan Masa Depan di UFC Pasca Kemenangan Justin Gaethje

Share

Petarung kelas ringan Arman Tsarukyan menyatakan kesiapannya untuk mempertimbangkan ulang kelanjutan kariernya di Ultimate Fighting Championship setelah gelaran UFC Freedom 250 di Gedung Putih pada hari Minggu.

Sikap ini diambil menyusul kemenangan mengejutkan Justin Gaethje atas Ilia Topuria lewat penghentian sudut pada akhir ronde keempat, yang memicu spekulasi mengenai penantang berikutnya untuk gelar juara dunia kelas ringan.

Tsarukyan, yang saat ini menempati posisi penantang nomor satu, merasa frustrasi karena terus diabaikan oleh pihak promotor meski dirinya merasa paling logis untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Dilansir dari Bloody Elbow, petarung asal Armenia ini menegaskan bahwa keputusan promotor dalam laga perebutan gelar kali ini akan sangat menentukan kelanjutan masa depannya di dunia seni bela diri campuran.

"The UFC can do whatever they want to do, I cannot control that, if I could control that I would’ve fought for the title like one year ago, even more, two years ago," ujar Arman Tsarukyan.

Kekecewaan Tsarukyan didasari atas beberapa kesempatan perebutan sabuk juara sebelumnya yang gagal ia dapatkan akibat keputusan sepihak dari organisasi pimpinan Dana White tersebut.

"They didn’t give me a title shot 2-3 times, I don’t know what will happen if they don’t give it me this time. Maybe I picked the wrong sport," kata Arman Tsarukyan.

Di sisi lain, Stadium Rant melaporkan bahwa Tsarukyan sebelumnya sempat mundur dari laga perebutan gelar setahun lalu karena masalah pemotongan berat badan yang buruk, sebelum akhirnya bangkit dengan menumbangkan Dan Hooker di Qatar.

"It has to be me. Who else? What are they going to do? … I want to beat Justin Gaethje. I want to beat everybody, and when Ilia is going to be ready, I want to be the champion, and I’ll do same as Justin did and even worse," kata Arman Tsarukyan.

Selain nama Tsarukyan, terdapat dua kandidat kuat lain yang berpotensi menjadi lawan Gaethje berikutnya, yakni Charles Oliveira dan Max Holloway.

Oliveira memegang catatan kemenangan atas Gaethje pada tahun 2022 melalui kuncian leher, meskipun laga tersebut diwarnai kontroversi akibat kegagalan berat badan petarung Brasil itu.

"The time has come, the fight that makes the most sense at the moment, will surely be another best-selling success. Time for unification, a rematch – where (Dana White) may, for the first time in UFC history, put two different belts on a single champion. Two monsters of the sport, two category champs, two BMFs, two future Hall of Famers, but only one arm will be raised, only one will go home with two belts," kata Charles Oliveira.

Sementara itu, Max Holloway yang dijadwalkan bertarung melawan Conor McGregor di UFC 329 bulan depan, juga menjadi opsi menarik untuk mengulang laga legendaris mereka di UFC 300.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author