Banque de France Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026

Share

Banque de France memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto atau PDB Perancis tahun 2026 menjadi hanya 0,5 persen pada Selasa, 16 Juni 2026. Penurunan target dari proyeksi awal pemerintah sebesar 1 persen ini dipicu oleh dampak rambatan dari krisis geopolitik di Timur Tengah, khususnya pemblokiran Selat Hormuz. Guncangan ekonomi tersebut memperparah kondisi keuangan publik Perancis yang sudah mencatatkan rapor merah.

Dilansir dari Le Figaro, Kementerian Keuangan Perancis bahkan telah mengidentifikasi dampak langsung konflik ini terhadap anggaran berjalan yang nilainya berkisar antara 4 hingga 6 miliar euro sejak April lalu. Demi menjaga defisit publik tidak melonjak tidak terkendali, otoritas keuangan di Bercy meluncurkan paket penghematan senilai 6 miliar euro. Langkah kedaruratan ini ditempuh melalui pemotongan anggaran serta pembekuan sejumlah pos kredit belanja negara.

Kelesuan ekonomi Perancis sebenarnya sudah terkonfirmasi sejak awal tahun. Berdasarkan data berkala dari lembaga statistik Insee, PDB volume Perancis terkontraksi minus 0,1 persen pada triwulan pertama tahun 2026, membalikkan keadaan setelah sempat tumbuh 0,2 persen pada triwulan keempat tahun 2025.

Penurunan PDB tersebut dipicu oleh melemahnya konsumsi rumah tangga sebesar minus 0,2 persen yang disebabkan anjloknya konsumsi energi belanja barang sebesar minus 0,7 persen. Selain itu, pembentukan modal tetap bruto juga merosot tajam hingga minus 0,6 persen akibat kejatuhan sektor konstruksi yang mencapai minus 1,7 persen. Di sisi lain, pergerakan indikator ekonomi global sempat memperlihatkan dinamika berbeda di pasar komoditas. Berdasarkan laporan Public Senat, harga minyak mentah Brent di bursa London sempat turun lebih dari 15 persen hingga berada di bawah 80 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Maret, didorong oleh prospek kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Meski demikian, para pakar memperingatkan bahwa pemulihan pasar ke kondisi normal dan penurunan harga minyak lebih lanjut masih akan tertahan dalam jangka pendek maupun menengah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author