BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa Berbau Politik Praktis

Share

Aliansi mahasiswa dari BEM Bersatu menyatakan penolakan terhadap aksi demonstrasi yang ditunggangi kepentingan politik praktis dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Kelompok ini menilai gerakan mahasiswa seharusnya murni menyuarakan aspirasi rakyat dan bukan menjadi alat bagi para elite untuk merebut kekuasaan negara.

Perwakilan dari BEM Bersatu yang juga Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus menjaga independensinya dari intervensi luar.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.

Pihaknya menyayangkan fokus sejumlah aksi mahasiswa yang dinilai kehilangan arah, minim kajian mendalam, serta memiliki argumentasi yang lemah.

"Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis, yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat, justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," ucap Rahmat Djimbula.

Rahmat kemudian menyoroti salah satu pimpinan aksi bernama Tiyo Ardianto yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan politik tertentu serta tokoh purnawirawan TNI.

"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ujar Rahmat Djimbula.

Indikasi tersebut dinilai semakin kuat setelah pemimpin aksi itu diketahui menghadiri sebuah forum diskusi kebangsaan di Bandung bersama tokoh-tokoh lainnya.

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung, 18 Juni 2026, bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," sebut Rahmat Djimbula.

BEM Bersatu menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pergerakan mahasiswa agar tidak terpengaruh oleh kepentingan politik luar.

"BEM Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik," tambah Rahmat Djimbula.

Dalam pernyataan sikap tersebut, aliansi ini juga menolak narasi krisis yang tidak berbasis data utuh serta menuntut sterilisasi gerakan dari pendanaan politik, mendukung program Makan Bergizi Gratis yang akuntabel, dan mendesak pengusutan tuntas kasus korupsi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author