BGN Evaluasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp270 Triliun
Badan Gizi Nasional mengevaluasi alokasi pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp270,2 triliun untuk tahun 2027 pada Senin (15/6), dilansir dari Bloombergtechnoz, demi mempertajam sasaran penerima manfaat.
Alokasi dana dari Kementerian Keuangan dan Bappenas tersebut awalnya dirancang menyasar 81,5 juta penerima. Namun, jumlah itu berpotensi berkurang sekitar 8 juta orang melalui skema refocusing, seperti meniadakan prioritas bagi siswa SMA dari keluarga mampu.
Langkah penyesuaian target penerima ini sedang ditempuh melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan kelompok usia paling membutuhkan sepanjang semester kedua tahun 2026.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan beberapa kementerian lain. Intinya, secara teknis intervensi gizi memang perlu difokuskan pada kelompok usia yang paling membutuhkan agar hasilnya optimal," kata Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN.
BGN mengacu pada pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan anak sebagai periode paling krusial. Lembaga ini juga terus menghitung potensi efisiensi tambahan setelah sebelumnya mengalami penyesuaian anggaran oleh Kementerian Keuangan.
"Refocusing ini diperlukan supaya intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Dengan begitu, tujuan perbaikan gizi tetap tercapai, sementara anggaran yang dikeluarkan juga menjadi lebih efisien," kata Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN.
Seluruh perhitungan efisiensi dan pengurangan jumlah penerima manfaat tersebut hingga kini masih berada dalam tahap eksplorasi internal serta belum dibahas secara final bersama Kementerian Keuangan maupun Bappenas.