Cabo Verde Hadapi Spanyol pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
Tim nasional sepak bola Cabo Verde bersiap melakoni laga debut bersejarah melawan Spanyol pada pertandingan perdana mereka di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Atlanta pada Senin, 15 Juni 2026.
Pertandingan ini menandai penampilan pertama negara kepulauan Afrika tersebut di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Skuad asuhan pelatih Bubista mendapat dukungan unik dari sebuah kota di Minas Gerais, Brasil, yang memiliki nama serupa dengan negara mereka.
Salah satu cerita paling menarik dari tim berjuluk Tubarões Azuis ini datang dari bek tengah mereka, Roberto "Pico" Lopes. Pemain kelahiran Dublin, Irlandia, tersebut bergabung dengan timnas setelah dihubungi melalui platform profesional LinkedIn oleh mantan pelatih Rui Águas pada 2018.
Lopes sempat mengabaikan pesan awal karena ditulis dalam bahasa Portugis, bahasa resmi negara berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa tersebut. Federasi sepak bola Cabo Verde kemudian mengirimkan pesan kedua dalam bahasa Inggris sebelum akhirnya sang pemain melakukan debut pada tahun 2019.
"Achei que a mensagem era um spam. Eu deveria ter usado o Google Tradutor antes", bercanda Lopes dalam wawancara kepada situs resmi Fifa.
Mayoritas pemain Cabo Verde lahir di luar negeri namun memiliki hak membela timnas melalui garis keturunan keluarga. Wilayah negara kepulauan ini tergolong kecil dengan luas hanya sekitar 4 ribu kilometer persegi.
Di sisi lain, timnas Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente dilaporkan telah menyiapkan strategi khusus untuk membongkar pertahanan rapat Cabo Verde. Berdasarkan analisis Los Maestros, Spanyol diprediksi menurunkan Unai Simón di posisi penjaga gawang.
Barisan pertahanan Spanyol kemungkinan diisi oleh Marcos Llorente, Cubarsí, Laporte, dan Cucurella. Sementara sektor lini tengah diproyeksikan menjadi milik Rodri, Pedri, dan Fabián Ruiz.
De la Fuente menghadapi tantangan di lini serang menyusul potensi absennya Lamine Yamal dan Nico Williams. Situasi tersebut membuka peluang bagi Ferran Torres, Dani Olmo, Yeremy Pino, atau Álex Baena untuk tampil sebagai starter.
Dukungan emosional juga mengalir dari masyarakat Brasil di kota Cabo Verde yang berjarak 4.880 kilometer dari negara kepulauan tersebut. Warga setempat mengecat jalanan dengan warna bendera Cabo Verde berdampingan dengan bendera Brasil.
"Vamos torcer pelos dois países", kata Laís Podestá, pengusaha yang menginisiasi gerakan dukungan tersebut sebagaimana dilansir dari Globoesporte.
Kehadiran timnas Cabo Verde di Piala Dunia juga menjadi bahan pembelajaran sejarah dan budaya di sekolah-sekolah kota tersebut. Hubungan historis antara para imigran Afrika dan wilayah tersebut di masa lalu menjadi latar belakang kedekatan emosional ini.
"O futebol tem esse enorme valor de aproximar os povos, e já estamos a sentir o calor humano dos brasileiros em relação à nossa seleção", tutur José Pedro Máximo, Duta Besar Cabo Verde.