Bea Cukai Siap Pasang Sistem Pengawas Otomatis di Pabrik Rokok
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bakal mengintegrasikan sistem pengawas produksi rokok di seluruh industri hasil tembakau (IHT). Sistem ini akan terhubung langsung dengan kantor pusat guna memperketat pengawasan sekaligus menutup celah kebocoran penerimaan cukai, seperti dilansir dari Detik Finance.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menjelaskan bahwa pelaksanaan uji coba dijadwalkan mulai awal Juli 2026. Implementasi secara menyeluruh ditargetkan berjalan pada tahun 2027.
"Mungkin akhir Juni atau awal Juli kita akan melakukan piloting dulu ya. Nanti setelah itu tahun depan baru kita bisa efektif," kata Djaka di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Djaka menguraikan bahwa sekitar 100 unit sistem akan disebar ke berbagai industri rokok pada masa uji coba. Langkah wajib bagi seluruh pabrik rokok baru diterapkan sepenuhnya pada tahun depan.
"Dipasang untuk tahap awal mungkin sekitar 100 mesin dulu ya. Nanti bertahap sampai dengan ke depannya kita akan mewajibkan untuk pabrik-pabrik rokok itu," ujar Djaka.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa teknologi baru ini dirancang untuk menghitung volume produksi rokok di tiap pabrik secara otomatis. Seluruh data yang terekam akan dikirimkan langsung ke sistem DJBC secara real-time.
"Sebentar lagi Bea Cukai akan menjalankan mesin untuk mendeteksi penghitungan rokok secara otomatis yang di-link ke pusat," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Penerapan sistem digital ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pemantauan produksi rokok. Melalui deteksi otomatis, potensi pelanggaran dan penyusutan pendapatan negara dari cukai hasil tembakau dapat ditekan seminimal mungkin.
"Nanti perhitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi, deteksinya cukup canggih. Termasuk salah peruntukan, salah personifikasi, itu bisa terdeteksi langsung dengan sistem baru," tegas Purbaya.