Militer Iran Klaim Permalukan AS dan Israel Usai Kesepakatan Damai Tercapai

Share

Militer Iran menyatakan bahwa mereka telah mempermalukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam perang. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul pengumuman kesepakatan untuk segera mengakhiri konflik antara Iran melawan AS-Israel, dikutip dari Detikcom.

Staf umum militer Iran menyampaikan hal tersebut melalui siaran televisi pemerintah pada Senin, 15 Juni 2026. Pihak militer menegaskan bahwa musuh tidak memiliki pilihan lain selain menerima kekalahan.

"telah, melalui penerapan kehendak ilahi dan tekad baja mereka terhadap musuh-musuh Amerika dan Zionis yang dipermalukan, menunjukkan dengan kekuatan bahwa musuh tidak memiliki jalan lain selain menerima kekalahan dan menyerah"

Klaim kemenangan juga disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi. Dirinya menyebut Iran meraih kemenangan besar dalam perang melawan Amerika Serikat.

"Musuh yang menyerang untuk melaksanakan tujuan jahatnya telah dikalahkan dalam semua tujuannya dan Republik Islam Iran meraih kemenangan besar dalam perang,"

Pengumuman mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin pagi waktu setempat. Sharif menyebut kesepakatan dicapai setelah rentetan negosiasi yang intensif.

Menurut Sharif, Washington dan Teheran telah sepakat untuk menghentikan pertempuran secara segera dan permanen di semua front. Penghentian operasi militer ini juga mencakup wilayah Lebanon.

"Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI,"

"Kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon."

Sharif menambahkan bahwa seremoni penandatanganan resmi kesepakatan damai ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni mendatang. Agenda tersebut akan digelar di Jenewa, Swiss.

Presiden AS Donald Trump turut mengumumkan tercapainya kesepakatan damai tersebut melalui media sosial miliknya, Truth Social. Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz kini kembali dibuka dan blokade laut AS telah dicabut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!"

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan tol, dan secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,"

Trump juga mengisyaratkan dimulainya kembali lalu lintas maritim dan pengiriman energi melalui jalur perairan strategis tersebut.

"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author