Distribusi BYD Atto 1 Merosot Drastis Menjadi 26 Unit

Share

BYD Atto 1 mengalami penurunan distribusi yang signifikan pada periode lima bulan pertama tahun 2026. Padahal, kendaraan listrik berkapasitas lima penumpang ini berhasil menyabet gelar raja mobil listrik di Indonesia sepanjang tahun 2025 dengan total raihan 22.582 unit.

Data terbaru mencatat volume wholesales atau pengiriman dari pabrik ke dealer untuk model ini hanya menyentuh angka 26 unit pada Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Oto, akumulasi distribusi Atto 1 sepanjang Januari hingga Mei 2026 baru mencapai 7.867 unit.

Tren penurunan pengiriman mulai terlihat sejak Maret 2026 yang tercatat sebesar 672 unit. Angka tersebut terus merosot menjadi 108 unit pada April, sebelum akhirnya tertahan di angka 26 unit pada Mei, padahal sebelumnya konsisten melampaui 1.000 unit per bulan.

Lonjakan pengiriman yang masif pada tahun lalu terjadi karena PT BYD Motor Indonesia secara agresif memasok unit Completely Built Up (CBU) sejak masa peluncuran. Penurunan volume pada April dan Mei 2026 disinyalir menjadi bagian dari langkah penyesuaian stok internal perusahaan.

Produsen otomotif asal China ini tengah mengoptimalkan operasional fasilitas perakitan lokal di Indonesia yang dijadwalkan beroperasi penuh pada tahun 2026. Setelah memanfaatkan kuota impor besar-besaran, kini mereka memasuki fase pemenuhan komitmen investasi untuk memproduksi unit secara Completely Knocked Down (CKD).

Jumlah kendaraan yang terdaftar pada April dan Mei 2026 diduga kuat merupakan sisa pembersihan inventori dari pengapalan akhir tahun lalu, sekaligus bagian dari penataan strategi domestik.

"Ya memang itu dampak dari transisi itu, mungkin itu bisa dibaca kenapa bisa ada shock, pengurangan yang cukup signifikan tersebut," kata Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Kapasitas Produksi Fasilitas Subang dan Uji Coba Unit

Fasilitas manufaktur BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 150 ribu unit per tahun. Pabrik ini memegang peranan krusial dalam merealisasikan komitmen lokalisasi kendaraan listrik di pasar domestik.

Sejumlah unit yang dirakit dari fasilitas Subang tersebut dikabarkan sudah mulai dioperasikan untuk keperluan uji coba berkendara.

"Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," jelasnya.

Mengenai potensi peluncuran lini terbaru yaitu BYD M6 DM (Dual Mode) sebagai produk rakitan lokal, manajemen memberikan indikasi positif meski belum merilis pernyataan resmi kepada publik.

"Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal). Tentunya M6 DM ini secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia, disiapkan dan dilengkapi dan komponen-komponen yang diproduksi di Indonesia," ungkap Luther.

Data Distribusi Wholesales Atto 1 Periode Januari-Mei 2026

Berikut adalah rincian performa pengiriman unit dari pabrik ke dealer sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.

Tabel Wholesales BYD Atto 1 Januari-Mei 2026
Bulan Volume Distribusi
Januari 3.361 unit
Februari 3.700 unit
Mei 26 unit
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author