Kesepakatan AS dan Iran Memangkas Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah Brent anjlok hampir 5 persen menuju level US$83 per barel pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 11.00 waktu setempat akibat meredanya kekhawatiran pasokan energi global, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Penurunan tajam yang diikuti merosotnya minyak West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$80 per barel ini dipicu oleh kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menyudahi konflik di Teluk Persia yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Sentimen positif ini memunculkan ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat pekan ini, meskipun para pelaku pasar dan analis tetap bersikap waspada terhadap detail kesepakatan dan kesiapan operasional ladang minyak.
Konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari lalu bermula dari serangan AS dan Israel ke Iran guna meredam program nuklirnya, yang dibalas Teheran dengan penutupan Selat Hormuz sebagai jalur seperlima aliran minyak dunia.
Meski kesepakatan tercapai, proses pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih menghadapi kendala teknis seperti pembersihan ranjau laut dan kejelasan terkait kendali keamanan dari pihak Teheran.
"Kita masih perlu memahami apa arti kesepakatan itu," kata Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group Ltd.
Weston menambahkan bahwa meskipun jalur perairan tersebut dijadwalkan buka pada hari Jumat, potensi keberadaan ranjau tetap ada dan perusahaan asuransi berkemungkinan menetapkan tarif premi yang tinggi.
"Kesenjangan struktural yang ditinggalkan oleh perang ini akan membutuhkan waktu untuk diisi," kata Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group Ltd.
Kondisi pasar saat ini membuat selisih harga Brent menyempit di bawah US$1 per barel, sementara pemulihan total pasokan diprediksi memakan waktu berbulan-bulan karena adanya kerusakan infrastruktur ladang minyak.
Langkah diplomasi sementara ini akan membuka ruang pembicaraan lanjutan selama 60 hari mengenai program nuklir Republik Islam Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kepada New York Times bahwa opsi serangan militer dapat kembali diambil jika kesepakatan final mengenai program nuklir tersebut gagal dicapai.
Pada perdagangan di Singapura pukul 11:07 pagi, harga minyak Brent pengiriman Agustus tercatat turun 4,7 persen ke US$83,23 per barel, sedangkan WTI kontrak Juli merosot 5,5 persen ke posisi US$80,23 per barel.