IHSG Melemah 3 Persen Seret Saham BUMI ke Zona Merah
Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berbalik arah hingga melemah pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Selasa (19/5/2026). Penurunan nilai saham emiten pertambangan tersebut terjadi seiring dengan tertekannya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan.
Data dari RTI menunjukkan nilai saham BUMI merosot sebesar 9,22 persen ke angka Rp 187 per lembar saham. Padahal, saat pembukaan pasar, saham ini sempat menguat dua poin ke level Rp 208 per lembar saham dan sempat bertahan di zona hijau sebelum akhirnya berbalik anjlok.
Sepanjang sesi pertama, saham BUMI bergerak pada rentang nilai tertinggi Rp 212 dan titik terendah Rp 181 per lembar saham. Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi sebanyak 85.773 kali dengan volume 56.410.152 saham, serta nilai transaksi harian mencapai Rp 1,1 triliun dan kapitalisasi pasar Rp 69,44 triliun.
Pelemahan ini sejalan dengan kondisi IHSG yang ditutup merosot 3,08 persen ke level 6.396,2 pada sesi pertama perdagangan Selasa pekan ini. Indeks saham acuan lain seperti LQ45 juga mengalami koreksi sebesar 2,1 persen hingga menyentuh posisi 637,4.
Kondisi pasar secara umum lesu dengan catatan 611 saham melemah yang membebani pergerakan indeks. Sementara itu, hanya 96 saham yang terpantau menguat dan 107 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.
Total frekuensi perdagangan di bursa mencapai 1.731.057 kali dengan volume perdagangan 28 miliar saham serta nilai transaksi Rp 16,1 triliun. Di sisi lain, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah bergerak pada kisaran 17.712.
Seluruh sektor saham di bursa terpantau mengalami tekanan dengan koreksi terbesar dialami oleh sektor basic sebesar 7,2 persen. Sektor energi menyusul dengan pelemahan 6,47 persen, sektor transportasi susut 6,9 persen, dan sektor industri turun 3,4 persen.
Sektor consumer nonsiklika serta consumer siklikal juga masing-masing melemah sebesar 2,49 persen dan 2,6 persen. Sektor properti terkoreksi 2,23 persen, sektor keuangan merosot 1,47 persen, teknologi terpangkas 0,66 persen, infrastruktur susut 3,3 persen, dan sektor kesehatan tergelincir 0,43 persen.
Beberapa saham lain yang ikut melemah di antaranya adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang turun 6,1 persen menjadi Rp 2.310 per lembar saham. Selain itu, saham RMKO juga merosot 4,9 persen ke level Rp 426, saham TBLA melemah 2,9 persen menjadi Rp 680, dan saham KPIG susut 3,02 persen ke posisi Rp 97.
Berdasarkan data aktivitas pasar, kelompok saham top gainers dipimpin oleh RELI yang melonjak 20,33 persen, diikuti KONI 14,53 persen, ZATA 12 persen, LCKM 10,71 persen, dan FOOD 10 persen. Sebaliknya, barisan top losers diisi oleh ICON, DFAM, dan RLCO yang masing-masing merosot 14,9 persen, serta COCO dan GSMF yang turun 14,8 persen.
Dalam kategori saham teraktif berdasarkan nilai transaksi harian, saham BUMI memimpin dengan angka Rp 1,1 triliun. Posisi selanjutnya diikuti oleh saham BMRI senilai Rp 654,9 miliar, ANTM Rp 628,8 miar, MDKA Rp 503,1 miliar, dan BBCA senilai Rp 450,3 miliar.
Sementara itu, dari segi frekuensi perdagangan terkini, saham BUMI juga menempati urutan teratas dengan catatan sebanyak 85.771 kali. Di belakangnya menyusul saham WBSA dengan frekuensi sebanyak 77.839 kali, BNBR 62.339 kali, BIPI 53.508 kali, dan ANTM tercatat sebanyak 46.201 kali.