Purbaya Yudhi Sadewa Terima PNBP Rp 1 Triliun di Kejagung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima penyerahan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 1.029.874.376.628 (1,029 triliun) dari Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, pada Senin (15/6/2026).
Penyetoran dana triliunan rupiah tersebut dilakukan langsung di kantor BPA, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Di sela-sela acara penyerahan, Purbaya mengutarakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan lelang berikutnya yang diadakan oleh lembaga tersebut.
Permintaan untuk diinformasikan mengenai jadwal lelang mendatang disampaikan langsung oleh Purbaya dalam pidatonya kepada pelaksana tugas Dirjen. Menkeu mengaku berniat memburu komoditas lelang berharga miring.
"Ibu Puspa, BPA, BPA ini bulan Mei aja ya? Setahun sekali? Setiap tahun? Sepanjang tahun? Sepanjang tahun ya? Lain kali kalau ada, saya dikasih tahu juga ya. Saya mau ikutan," pinta Purbaya dalam pidatonya.
Mendengar permintaan dari Menteri Keuangan tersebut, pihak penyelenggara lelang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara segera memberikan konfirmasi kesiapan.
"Siap bapak," jawab Plt Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Puspa.
Keinginan mengikuti lelang ini didasari pengalamannya terdahulu yang berhasil memenangkan aset tanah dengan harga terjangkau. Purbaya juga berseloroh mengenai kondisi finansialnya di hadapan para pejabat.
"Saya pernah beli lelang, Pak, dapat tanah, lumayan lah. Kan ini boleh kan pejabat? Boleh nggak, Pak? Boleh ya. Saya pengen dapat yang murah juga. Nggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naikkan ya. Kalau saya lihat itu harga awalnya pembukaannya murah, tapi akhirnya tinggi juga. Tapi saya pengen tahu, Bu," ujar Purbaya.
Pihak panitia lelang dari BPA kembali menegaskan bahwa mereka akan mengirimkan undangan resmi ataupun pemberitahuan jika kegiatan serupa kembali digelar.
"Siap Bapak, nanti kami infomasikan," ujar Puspa.
Sembari berkelakar, Purbaya juga menyarankan agar para pejabat pemerintahan lainnya didorong untuk ikut meramaikan kegiatan lelang aset negara tersebut.
"Sama pejabat lain juga suruh beli kalau ada, Mungkin mereka nggak berani beli ya Pak ya. Udah pada kaya kali ya? Cuman saya aja yang duitnya pas-pasan," lanjut Purbaya.
Selain itu, Purbaya sempat menaruh perhatian pada objek lelang yang belum dilunasi oleh tiga orang pemenang. Secara spesifik, ia menanyakan keberadaan sepeda motor merek Harley Davidson untuk bisa ia tebus.
"Barangnya apa, Pak? Nggak ada Harley Davidson ya, Bu? Kalau ada Harley-Davidson, saya mau tebus, Pak," kata Purbaya.
Hasrat memiliki kendaraan roda dua itu disebutnya murni sebagai sebuah impian pribadi terpendam, lantaran dirinya belum mendapatkan izin dari sang istri.
"Saya nggak punya motor, tapi nggak boleh beli sama istri, Pak. Cuman cita-cita aja itu, Pak," imbuhnya.