Kejaksaan Agung Serahkan PNBP Rp1 Triliun Lebih ke Menteri Keuangan

Share

Kementerian Keuangan menerima penyerahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1.029.874.376.628 (1,029 triliun) dari Kejaksaan Agung RI. Di dalam total dana tersebut, terdapat rampasan aset milik terpidana kasus korupsi Eddy Tansil yang mencapai Rp51.682.537.000 (51,6 miliar).

Pemulihan hak keuangan negara ini diserahkan secara langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Prosesi penyerahan ini juga disaksikan oleh Ketua LPSK Achmadi serta perwakilan dari bank Himbara, seperti dilansir dari Detikcom.

Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung menjadi motor penggerak dalam pelacakan harta rampasan tersebut. Keberhasilan ini menegaskan komitmen aparat penegak hukum dalam memburu aset para pelaku tindak pidana korupsi.

"Dalam kesempatan ini juga dapat kami laporakan bahwa PPA berhasil melakukan penelusuran aset atas nama terpidana Eddy Tansil berupa uang sebanyak Rp 51.682.537.000 (51,6 miliar)," kata Kepala BPA Kejagung RI, Kuntadi dalam sambutannya di Kantor BPA Kejagung RI, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).

Selain dari kasus Eddy Tansil, akumulasi PNBP ini juga disumbang oleh pelaksanaan BPA Fair 2026. Kegiatan tersebut sukses mengumpulkan dana hingga Rp978.191.839.000 (978,1 miliar).

Dari keseluruhan hasil lelang yang didapatkan, sebagian di antaranya dialokasikan untuk ganti rugi. Uang yang wajib dikembalikan kepada pihak korban tercatat sebesar Rp19.124.065.000 (19,1 billion).

Langkah pelacakan aset tidak berhenti pada uang tunai, melainkan juga menyasar sektor properti. Petugas berhasil mengamankan aset berupa bidang tanah dan bangunan dengan nilai taksiran Rp30.998.000.00 (30,9 miliar).

Kombinasi dari seluruh perolehan ini menggenapi total dana yang disetorkan ke kas negara melalui Menteri Keuangan Purbaya. Seluruh dana tersebut dipastikan masuk sebagai penerimaan resmi negara.

"With demikian, pada hari ini jumlah total uang tunai yang akan kami serahkan ke Kementerian Keuangan sebesar Rp 1.029.874.376.628 (1,029 triliun)," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author