Kapal Tanker Disha Mulai Bergerak Menuju Selat Hormuz

Share

Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) bernama Disha dilaporkan mulai bergerak menuju Selat Hormuz setelah terjebak di Teluk Persia selama lebih dari tiga bulan. Pergerakan ini terjadi menyusul adanya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.

Berdasarkan data pelacakan kapal Bloomberg, kapal yang beroperasi dalam kontrak jangka panjang dengan importir pemerintah India tersebut kini berada di utara Uni Emirat Arab dan sedang mendekati wilayah Oman. Kapal tersebut diketahui telah mengangkut muatan LNG dari fasilitas Ras Laffan di Qatar sejak sekitar 1 Maret, namun tertahan akibat penutupan jalur ekspor.

Dilansir dari Detik Finance yang mengutip The Straits Times pada Senin (15/6/2026), aktivitas kapal-kapal lain di sekitar Selat Hormuz terpantau masih terbatas pada awal perdagangan hari ini. Para pemilik kapal dan pedagang dilaporkan tetap bersikap hati-hati karena rincian mengenai kesepakatan yang diumumkan AS dan dikonfirmasi Iran itu belum diungkap secara luas.

Selat Hormuz sendiri telah ditutup secara efektif sejak akhir Februari lalu akibat dimulainya serangan oleh AS dan Israel. Walaupun kesepakatan terbaru secara teori dapat mengakhiri blokade, implementasi di lapangan dinilai tidak mudah karena Iran masih memegang kendali besar atas akses masuk ke selat tersebut.

Informasi mengenai potensi pembukaan kembali jalur ini langsung memicu reaksi di pasar energi global. Harga gas alam di Eropa tercatat mengalami penurunan hingga 5,8% pada awal perdagangan di Asia pada hari Senin.

Normalisasi arus lalu lintas LNG melalui Selat Hormuz diharapkan dapat meredakan gangguan pasokan global yang menahan harga gas di Eropa dan Asia tetap tinggi sejak Maret. Di samping penurunan harga gas, harga minyak mentah dunia jenis Brent juga melemah dengan koreksi lebih dari 3% pada awal perdagangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author