IHSG Berpotensi Menguat Dipicu Sentimen Damai Amerika Serikat dan Iran

Share

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat untuk menguji kisaran level 6.100 pada perdagangan hari Senin (15/6/2026), seiring munculnya kabar perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kondisi geopolitik yang mereda tersebut dinilai menjadi sentimen positif yang akan menyegarkan pergerakan indeks, di mana secara teknikal pergerakan pasar saham juga telah menunjukkan isyarat penguatan.

Kenaikan IHSG sebesar 2,07 persen pada perdagangan terakhir, yang mengonstruksikan akumulasi peningkatan lebih dari 7 persen dalam sepekan perdagangan, memosisikan indeks berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3.

"Indikator tersebut memberikan sinyal IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.106-6.140 sekaligus MA20-nya, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 5.962-6.021." kata Tim Riset MNC Sekuritas.

Secara keseluruhan, area penopang atau support IHSG saat ini berada di kisaran 5.594-5.344, sementara untuk titik batas atas atau resistance berada pada rentang 6.065-6.286.

Penguatan indeks ini terjadi setelah Iran mencapai kesepakatan damai yang menandai berakhirnya seluruh operasi militer antara kedua belah pihak.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump, Presiden Amerika Serikat dalam sebuah unggahan di media sosialnya.

Melalui pengumuman tersebut, otoritas penuh langsung diberikan untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya, disertai perintah pencabutan segera atas blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

"With this, I grant full authority to reopen the Strait of Hormuz at no cost, and simultaneously, order the immediate lifting of the United States Navy blockade." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sebelum pengumuman resmi dari pihak AS dirilis, deklarasi mengenai keberhasilan tercapainya kesepakatan damai ini juga telah disampaikan oleh pihak ketiga pada hari Minggu (14/6/2026) waktu setempat.

"penghentian operasi militer dengan segera dan permanen." kata Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ihsg MNC Sekuritas saham
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author