PDIP Jatim Renovasi Istana Gebang Blitar Senilai Rp 4,1 Miliar
Pemugaran rumah masa kecil Bung Karno yang kini menjadi destinasi wisata sejarah, Istana Gebang di Kota Blitar, telah rampung dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur. Agenda renovasi bangunan bersejarah tersebut memakan waktu sekitar enam bulan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar, dilansir dari Detikcom pada Minggu (14/6/2026).
Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah menegaskan bahwa pemugaran cagar budaya tersebut murni ditujukan bagi kemaslahatan publik dan pelestarian nilai sejarah, bukan untuk motif politik.
"Renovasi itu dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat banyak. Tidak lebih dari itu. Sehingga tidak ada pretensi politik, tidak ada pretensi apapun," ujar Said Abdullah, Ketua DPD PDIP Jawa Timur.
Said Abdullah menguraikan bahwa proyek ini berawal dari gagasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang kemudian ditindaklanjuan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat.
"Dari sanalah sebenernya pemikiran ibu. Maka (ia) memerintahkan DPD (PDIP) Jawa Timur untuk melakukan renovasi. Kami koordinasi dengan wali kota dan welcome terhadap renovasinya. Sehingga kami renovasi," tegas Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI tersebut.
Seluruh pembiayaan pengerjaan fisik museum dikumpulkan secara swadaya oleh internal pengurus partai di tingkat provinsi.
"Biayanya gotong royong dari seluruh pengurus DPD Partai. Rp 4,1 miliar. (Mencakup) semuanya. Total direnovasi," kata Said Abdullah.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyambut baik inisiatif tersebut karena pemerintah daerah menghadapi keterbatasan APBD untuk melakukan perbaikan fasilitas sejarah yang sudah lama tidak tersentuh pemeliharaan.
"Kami pemerintah Kota Blitar karena keterbatasan anggaran, kami meminta kepada DPD PDI Perjuangan, maupun Ibu Megawati Soekarnoputri itu sekiranya berkenan untuk merehabilitasi Istana Gebang," ujar Syauqul Muhibbin, Wali Kota Blitar.
Menurut Syauqul Muhibbin, kondisi bangunan cagar budaya tersebut kini sudah jauh lebih representatif dan dilengkapi dengan visualisasi linimasa sejarah.
"Jadi rumah masa kecil Bung Karno itu sekarang sudah tampak baik, bagus, dan juga disertai dengan ornamen-ornamen yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno, dari kecil sampai beliau menjadi presiden," pungkas Syauqul Muhibbin.
Seremonial peresmian hasil renovasi total kompleks bangunan sejarah di Jalan Sultan Agung Nomor 59 ini dijadwalkan berlangsung esok hari dan akan dihadiri langsung oleh Megawati Soekarnoputri.