Shin Tae-yong Bocorkan Persija Jakarta Kontrak Mariano Peralta
Langkah manajemen Persija Jakarta yang menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih baru untuk menggantikan Mauricio Souza tengah menjadi sorotan publik.
Seperti dikutip dari Bola, pelatih yang akrab disapa STY ini langsung membuat kejutan dengan mengonfirmasi bahwa Macan Kemayoran telah mengikat kontrak winger Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta.
Mariano Peralta sendiri merupakan pemain terbaik BRI Super League 2025/2026 yang sukses mengantarkan Borneo FC meraih posisi runner-up pada musim lalu.
Pemain depan berkebangsaan Argentina tersebut menorehkan catatan impresif dengan mengemas 20 gol dan 14 assist dari total 34 pertandingan.
"Untuk Peralta, memang saya dengar sudah dikontrak Persija," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Senin (8/6/2026).
Rumor kepindahan Mariano Peralta ke Persija Jakarta sebenarnya sudah santer terdengar sejak bergulirnya akhir musim lalu.
"Saya senang dengan kedatangan Peralta. Saya ingin menyambutnya dengan senang hati," ucap Shin Tae-yong.
Menanggapi aktivitas transfer Persija Jakarta ini, pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni turut memberikan pandangannya melalui kanal YouTube BlindSpot.
Mohamad Kusnaeni mengingatkan kepada manajemen beserta pendukung Persija Jakarta agar memberikan waktu bagi STY dalam membangun komposisi tim terbaik.
"Ini menarik ya, ketika Persija disebut-sebut mendapatkan Peralta ini kan menjadi berita besar karena Peralta ini kan salah satu pemain yang paling bersinar di Super League musim lalu," kata Kusnaeni.
"Dan sebetulnya kalau melihat performanya biasanya klub itu jarang melepas pemain seperti Peralta. Tapi ternyata Peralta dilepas oleh Borneo dan sekarang disebut akan berlabuh di Persija," imbuh Kusnaeni.
Kusnaeni menilai pemain depan asal Argentina berusia 28 tahun tersebut memiliki kualitas individu yang luar biasa sehingga tidak akan kesulitan beradaptasi.
"Peralta secara individu pemain yang luar biasa sehingga bermain di klub mana pun saya pikir dia tidak akan mengalami kesulitan," tukas Kusnaeni.
"Persoalannya kemudian, Peralta berlabu di Persija dan Persija mendatangkan pelatih baru. Bukan lagi pelatih yang lama, Souza. Nah, ini kemudian menjadi sedikit pertanyaan apakah Peralta akan mampu, cocok, atau tepatnya sesuai dengan kebutuhan tim ketika Persija memilih pelatih baru yang memiliki kultur berbeda dari Korea kali ini, Shin Tae-yong."
Kombinasi Taktik STY dan Gaya Main Peralta
Rekam jejak performa Mariano Peralta bersama Pesut Etam dalam dua musim terakhir dinilai menjadi modal besar bagi skema lini depan Macan Kemayoran.
"Kalau kita melihat cara main Borneo musim lalu yang membuat Peralta begitu berkembang permainannya. Bahkan bisa dibilang bukan cuma musim lalu ya, termasuk musim sebelumnya," ujar Kusnaeni.
"Peralta ini ini kan tipe pemain yang pintar ya. Peralta tuh pintar menempatkan diri di posisi yang tepat sehingga ketika timnya mendapatkan bola dan melakukan transisi cepat selalu menjadi orang yang mendapatkan bola dan kemudian menjadi awal dari inisiatif serangan balik itu."
"Jadi kepintaran Peralta nomor satu adalah dia pintar mencari posisi. Yang kedua dia memiliki skil yang bagus tentunya. Kualitas individu yang tidak perlu diragukan".
"Yang ketiga, dia juga punya kemampuan menaklukkan bek-beka lawan dalam duel satu lawan. Itu penting, karena dia main di posisi sebagai winger atau kalau dalam istilah sepak bola sekarang lebih banyak disebut sebagai inside forward gitu ya."
"Penyerang bermain dari sayap menusuk ke dalam. Nah, Peralta punya kemampuan seperti itu yang sangat baik. Ditambah lagi yang keempat, dia seorang finisher yang bagus juga. Jadi dia bukan sekedar pemberi assist, pemasuk umpan-umpan matang. Dia ini juga seorang finisher yang bagus. Nah, saya pikir pelatih mana pun bisa memanfaatkan kemampuan pemain seperti ini."
Kesesuaian dengan Taktik Transisi Cepat
Kelebihan yang dimiliki Mariano Peralta diprediksi akan sangat menunjang skema serangan balik cepat yang kerap diterapkan oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut.
"Kita tahu track recordnya Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia dulu kan banyak bermain dengan taktik defend counter ya, banyak menunggu di area pertahanan, menunggu menerapkan sistem permainan middle blok dan kemudian ketika mendapatkan kesempatan merebut bola langsung melakukan transisi cepat menyerang melalui dua sisi sayap," ujar Kusnaeni.
"Nah, Peralta ini akan cocok dalam eranya Shin Tae-yong. Cuma mungkin persoalannya kemudian, kultur sepak bolanya ini apakah akan bisa nyambung? Kalau lihat pengalaman sebelumnya, kan pemain-pemain berhasil itu kadang-kadang tidak mudah untuk di-manage ya."
"Ini mungkin pentingnya bagi Persija, harus bisa memberikan kesempatan kepada Perelta dan Shin Tae-yong agar bisa mendapatkan chemistry. Keduanya segera nyambung sehingga Shin Tae-yong bisa memaksimalkan kemampuan Peralta untuk menjadi kekuatan baru Persija," kata Kusnaeni.