Sudjatmiko Desak Pembangunan Sekolah Rakyat Bekasi Sesuai Target
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Sudjatmiko mendesak pembangunan Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi agar berjalan tepat waktu dan memenuhi standar kualitas serta keselamatan. Penegasan tersebut disampaikan demi menjamin kenyamanan anak-anak dari keluarga kurang mampu saat menempuh pendidikan, seperti dilansir dari Detik Finance pada Minggu (14/6/2026).
Politisi tersebut menyoroti kemajuan pengerjaan di lapangan, risiko pembengkakan anggaran, hingga kelaikan sarana yang bakal digunakan siswa kelak. Evaluasi menyeluruh terhadap rancangan proyek dinilai mendesak untuk segera dilakukan guna mengantisipasi hambatan teknis.
"Kami melihat masih terdapat deviasi pekerjaan yang perlu segera dimitigasi. Jangan sampai persoalan teknis dan manajemen pelaksanaan justru menghambat program yang sangat mulia ini. Karena itu, saya mendorong dilakukan review desain secara menyeluruh agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu," ujar Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB.
Pengelolaan ekosistem di sekitar area institusi pendidikan tersebut juga menjadi perhatian serius lainnya. Infrastruktur penampung air dinilai wajib ditunjang oleh sistem peresapan yang memadai agar tidak merusak sarana publik di sekitarnya dalam jangka panjang.
"Kalau hanya membuat tampungan air tanpa memperhatikan recharge air tanah, dalam jangka panjang bisa menimbulkan persoalan. Struktur bangunan mungkin tetap aman, tetapi fasilitas lain seperti jalan, lapangan olahraga, dan area publik berpotensi mengalami ambles atau retak. Ini tentu akan menambah biaya perawatan di kemudian hari," jelas Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB.
Rancangan bangunan fisik pun diminta mengedepankan aspek perlindungan maksimal bagi murid usia dini, khususnya kelas 1 hingga 4 sekolah dasar. Proteksi ekstra pada struktur bertingkat sangat diperlukan guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja maupun aktivitas belajar.
"Kelas maupun asrama harus dirancang aman. Jika ada bangunan dua lantai, jendelanya harus memiliki pengaman yang memadai. Jangan sampai ada celah yang dapat membahayakan anak-anak. Keselamatan mereka harus menjadi standar utama dalam pembangunan," ujar Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB.
DPR juga menekankan pentingnya standarisasi ketahanan material untuk sektor sanitasi dan toilet sekolah. Pemilihan bahan yang kokoh dinilai jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mengutamakan tampilan visual karena intensitas penggunaan yang tinggi setiap hari.
"Jangan hanya mengejar estetika. Pintu kamar mandi, sanitasi, dan seluruh fasilitas pendukung harus memiliki standar kualitas yang baik karena akan digunakan oleh banyak anak setiap hari," ujar Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB.
Guna menciptakan atmosfer belajar yang teduh, konsep penghijauan disarankan beralih dari sekadar tanaman hias menjadi vegetasi produktif. Penanaman pohon buah dianggap memiliki fungsi ganda sebagai peneduh sekaligus sarana edukasi alam bagi para siswa.
"Anak-anak perlu lingkungan yang asri dan menyenangkan. Kalau ada pohon buah, mereka bukan hanya mendapatkan keteduhan tetapi juga bisa belajar mencintai alam sekaligus memperoleh manfaat dari buah yang dihasilkan. Ini akan menjadi nilai tambah bagi Sekolah Rakyat," kata Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB.
Apresiasi tetap diberikan terhadap kebijakan pemerintah ini sebagai langkah strategis memotong rantai kemiskinan di Indonesia. Proyek tersebut diharapkan mampu menjadi model percontohan berskala nasional untuk pemerataan akses pendidikan berstandar tinggi.
"Program Sekolah Rakyat harus menjadi simbol bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia. Karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan baik, berkualitas, memperhatikan keselamatan, serta ramah terhadap lingkungan," pungkas Sudjatmiko, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB.