Timnas Indonesia Catat Tren Positif di Bawah Asuhan John Herdman
Skuad Garuda menunjukkan peningkatan performa yang signifikan setelah meraih tiga kemenangan dari empat laga kompetitif terakhir di bawah arahan pelatih kepala John Herdman sejak Januari lalu.
Catatan impresif tersebut dilansir dari Bola, di mana Timnas Indonesia sukses mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 serta hanya kalah 0-1 dari Bulgaria pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (27/03/2026) malam WIB.
Tren positif berlanjut pada laga FIFA Matchday 2026 ketika Indonesia membungkam Oman 3-0 pada 5 Juni 2026, serta menundukkan Mozambik 1-0 di stadion yang sama empat hari setelahnya.
Peningkatan kualitas ini mendapat perhatian dari pengamat sepak bola sekaligus legenda PSM Makassar, Luciano Leandro, yang menyoroti perkembangan mencolok pada aspek ketahanan fisik para pemain Indonesia saat bertanding.
"Menghadapi tim-tim dengan keunggulan fisik alami seperti negara-negara Afrika, ketahanan fisik pemain Indonesia kini berada pada level yang jauh lebih kompetitif," ujar Luciano Leandro pada Sabtu (13/6/2026).
Mantan pemain asal Brasil tersebut menilai bahwa program latihan intensif dari jajaran pelatih menjadi kunci utama perubahan stamina skuad Garuda.
"Program pelatihan intensif yang diterapkan tim kepelatihan berhasil meningkatkan stamina, daya tahan dalam duel satu lawan satu, serta intensitas pressing sepanjang 90 menit penuh," kata Luciano Leandro.
Kondisi fisik yang prima ini dianggap memberikan dampak besar terhadap kedisiplinan taktik para pemain di lapangan.
"Kemampuan fisik yang prima ini memungkinkan Timnas Indonesia untuk mempertahankan disiplin posisi dan tidak mudah goyah saat menghadapi tekanan bertensi tinggi dari lawan," lanjut Luciano Leandro.
Luciano menambahkan bahwa rangkaian pertandingan kompetitif melawan tim kuat merupakan modal penting untuk membangun mentalitas jangka panjang.
"Proses yang sedang dibangun hari ini melalui laga-laga kompetitif seperti melawan Oman dan Mozambik adalah investasi krusial untuk membentuk mentalitas juara dan kemandirian bermain," tutur Luciano Leandro.
Menurutnya, target tim kepelatihan tidak hanya terbatas pada turnamen regional, melainkan persiapan menuju kompetisi tingkat global.
"Pelatih kepala terus bekerja keras tidak hanya untuk memenangkan turnamen regional terdekat seperti Piala AFF, FIFA ASEAN Cup atau Piala Asia, melainkan untuk membangun ekosistem taktis agar sepak bola Indonesia siap bersaing di panggung global tertinggi," jelas Luciano Leandro.
Transformasi positif ini dinilai memperkuat peluang Indonesia untuk bersaing dalam kualifikasi turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
"Transformasi ini membuktikan sepak bola Indonesia sedang berjalan di trek yang benar. Laga kontra Oman dan Mozambik menjadi panggung pembuktian bahwa mimpi menuju Piala Dunia 2030 bukan hal mustahil, melainkan target realistis yang sedang diperjuangkan dengan kerja keras dan strategi matang," pungkas Luciano Leandro.