SKK Migas Catat Produksi Minyak Mentah Capai 576.700 Barel Per Hari
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan rata-rata produksi minyak mentah Indonesia termasuk kondensat mencapai 576.700 barel per hari (bph) sepanjang Januari hingga April 2026, dilansir dari Bloomberg Technoz.
Capaian sektor hulu migas tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR pada Kamis (21/5/2026). Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh hasil produksi minyak mentah wajib diserap pasar domestik.
"Itu di 576.700 barel oil per day average-nya rata-rata sampai dengan April karena kita punya data akhir April harian yang Mei masih berjalan," kata Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro.
Kementerian ESDM turut memaparkan data ekonomi industri hulu migas dalam rapat tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM M Rizwi Jilanisaf Hisjam menjabarkan realisasi nilai kontrak kegiatan hulu migas hingga April 2026 menyentuh US$2,58 miliar.
Dari total nilai kontrak tersebut, komponen biaya tercatat sebesar US$2,35 miliar. Nilai komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari anggaran biaya itu menyumbang porsi sebesar US$1,48 miliar.
"Nah, dari nilai tersebut, komitmen TKDN berhasil dicapai sebesar 1,48 miliar US Dollar atau 62,92% secara kumulatif," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM M Rizwi Jilanisaf Hisjam.
Sebelumnya, fluktuasi volume produksi sempat terjadi pada awal tahun ini. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjabarkan bahwa total produksi minyak mentah beserta kondensat dan natural gas liquid (NGL) pada Januari sebesar 528.108 bph, lalu meningkat menjadi 590.627 bph pada Februari, dan mencapai 599.862 bph pada Maret.
Penurunan produksi pada Januari disebabkan oleh kendala teknis operasional. Kebocoran pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada awal tahun berdampak langsung pada pasokan gas penunjang energi di Blok Rokan.
"Januari turun karena pipa TGI pada 2 Januari putus, sehingga tidak bisa menyuplai gas untuk pembangkit listrik MCTN di Rokan, sehingga turunnya sangat besar sekali. Alhamdulillah pipa TGI sudah selesai, tetapi akhir Maret kemarin berdasarkan pigging itu masih ditemukan tiga titik yang rawan, sehingga dalam hal ini dioperasikan belum maksimal," kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Guna mendongkrak pencapaian berikutnya, manajemen memanfaatkan persediaan minyak yang belum terpakai. Berdasarkan data per 31 Maret 2025, Indonesia mengantongi deadstock minyak mentah sebanyak 2,56 juta barel dengan volume yang siap lifting sebesar 430.000 barel.
"Nah untuk deadstock kami upayakan dengan teknologi menggunakan chemical dan bakteri anaerob yang 2,56 juta barel ini kita upayakan untuk bisa di-lifting untuk bulan-bulan berikutnya," kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Secara keseluruhan, target lifting minyak dalam APBN 2026 dipatok sebesar 610.000 bph. Sementara itu, rencana kerja dan anggaran SKK Migas menetapkan target lifting yang sedikit lebih tinggi yakni sebesar 610.800 bph untuk sepanjang tahun ini.