New York Knicks Incar Gelar Juara NBA Melawan San Antonio Spurs

Share

New York Knicks berpeluang mengakhiri puasa gelar juara selama 53 tahun saat menghadapi San Antonio Spurs pada Game 5 babak final NBA yang berlangsung Sabtu malam di San Antonio, Texas, dilansir dari laporan theguardian.com dan nba.com.

Klub bola basket asal Manhattan tersebut saat ini memimpin seri pertandingan dengan keunggulan agregat 3-1 setelah melakukan kebangkitan terbesar dalam sejarah final pada Game 4 dengan membalikkan ketertinggalan 29 poin untuk meraih kemenangan tipis 107-106 di Madison Square Garden.

Kemenangan dramatis pada laga Kamis malam waktu setempat tersebut turut disaksikan oleh sejumlah selebriti seperti aktor Timothée Chalamet yang hadir bersama Kylie Jenner di pinggir lapangan serta aktor Ben Stiller.

“Kita berhasil! Knicks, sayang! Knicks dalam lima pertandingan, sayang! Jalen Brunson, astaga, sayang!” teriak Timothée Chalamet dalam video unggahan akun X @sportscenter.

Aktor film Marty Supreme tersebut sempat menjauh dari sorotan kamera sebelum kembali memberikan apresiasinya kepada pencetak poin penentu kemenangan Knicks, OG Anunoby, yang memasukkan bola saat laga menyisakan 1,2 detik.

“Sebenarnya, OG, astaga! OG! OG!” tambah Timothée Chalamet.

Meskipun sejarah mencatat hanya ada satu tim yang mampu bangkit dari situasi tertinggal 3-1 di final NBA, kubu San Antonio Spurs tetap menunjukkan optimisme tinggi menjelang laga hidup mati di Frost Bank Centre.

“Everybody thinks (and) everybody knows, we’re going to do it,” kata Victor Wembanyama, senter San Antonio Spurs.

Pemain muda asal Prancis tersebut mengakui kekalahan pada pertandingan keempat merupakan momen paling sulit sepanjang kariernya, namun menegaskan bahwa timnya kini telah fokus penuh menghadapi tantangan psikologis di Game 5.

“We’re very confident, but yeah, I wouldn’t say it was so hard to, like, shake off, right? Harder than any other game before, by far, for sure. Now we’re over it. It’s the playoffs. There’s no time to regret things for too long … It felt like there was a time to process this, to really dwell on it. But not anymore,” ujar Victor Wembanyama.

Wembanyama menambahkan bahwa skuat Spurs telah mengevaluasi performa mereka sepanjang musim demi memetik pelajaran berharga dari setiap kegagalan yang dihadapi.

“It felt like we haven’t skipped any steps because we’ve made almost every mistake we could have possibly done, and we’ve learned from them,” kata Victor Wembanyama.

Evaluasi internal juga dilakukan oleh jajaran kepelatihan Spurs yang mengakui bahwa rentetan kekalahan dipicu oleh kesalahan eksekusi di menit-menit akhir pertandingan.

“I’m counting on the fact that we’re going to learn before this series is over and apply,” tutur Victor Wembanyama.

Pernyataan tersebut diselaraskan dengan pandangan tim pelatih yang merasa koordinasi permainan tim masih harus ditingkatkan pada pertandingan berikutnya.

“There’s no avoiding that we could be better,” kata Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.

Sektor pertahanan San Antonio Spurs juga menilai kualitas permainan mereka di lapangan sebenarnya berimbang dengan skuat lawan.

“It’s not like we’re going out there and getting steamrolled,” kata De’Aaron Fox, penjaga San Antonio Spurs.

Di sisi lain, New York Knicks datang ke San Antonio membawa modal ketangguhan mental lewat catatan 13 kemenangan beruntun di fase gugur dan hanya menelan satu kekalahan sejak putaran pertama.

“Our fans are special,” kata Karl-Anthony Towns, senter New York Knicks.

Kehadiran basis pendukung setia yang siap meramaikan markas lawan diprediksi akan menambah soliditas lini tengah Knicks.

“our secret weapon,” tutur Karl-Anthony Towns.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author