Skotlandia Hadapi Haiti di Boston dalam Pembuka Grup C Piala Dunia

Share

Tim nasional Skotlandia dijadwalkan bertanding melawan Haiti dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Sabtu (13/6/2026) pukul 21.00 waktu setempat.

Pertandingan ini menandai kembalinya kedua negara ke putaran final Piala Dunia setelah absen panjang, di mana Skotlandia terakhir kali berpartisipasi pada 1998 sedangkan Haiti pada 1974.

Dilansir dari BBC, puluhan ribu pendukung Tartan Army telah membanjiri Kota Boston menjelang sepak mula, dengan perkiraan sekitar 20.000 hingga 30.000 suporter melakukan perjalanan langsung ke Amerika Serikat.

Gelombang kedatangan suporter tim Britania Raya tersebut bahkan memicu lonjakan massa di area sekitar stadion menjelang pertandingan perdana grup.

"It's a Scotland invasion, absolutely everyone is here. I don't know how there's anyone left at home," kata David Martin, 28, dari Glasgow.

Martin mengaku rela melepaskan pekerjaannya demi menyaksikan momen bersejarah ini secara langsung setelah sebelumnya melewatkan gelaran Piala Eropa.

"I quit my job to be here, I couldn't miss it. I missed out on on the Euros so I wasn't going to let that happen again," cetus David Martin, 28, dari Glasgow.

Atmosfer di Kota Boston dilaporkan berubah menyerupai festival besar dengan bendera Saltires yang mendominasi bangunan kota serta kerumunan suporter yang mengenakan kilt.

Hampir 1.000 suporter memilih menggunakan bus sekolah tradisional Amerika dari pusat kota Boston dan Rhode Island menuju lokasi pertandingan untuk menghemat biaya.

"It's like a little Scotland in one city, it's a festival atmosphere," kata Adam Gray, 39, dari Haddington.

Gray melakukan perjalanan bersama ayah dan anaknya, lalu secara tidak sengaja bertemu dengan teman sekolah lamanya di tengah antrean.

"It's mad when you've not seen someone in years, football really brings everyone together," kata Niall Stone, teman lama Gray.

Keriuhan suporter Skotlandia di luar ruang sidang bahkan menarik perhatian pejabat pemerintah setempat karena intensitas suara yang sangat tinggi.

"I was speaking to lawyers and judges earlier today who told me they could not hear anything in the courthouse because of the noise outside from the Tartan Army," kata Maura Healey, Gubernur Massachusetts.

Healey bahkan berseloroh harus menghubungi wilayah tetangga seperti Kanada, Maine, dan Vermont untuk meminta bantuan pasokan alkohol tambahan akibat tingginya konsumsi para suporter.

"I think I'm going to have to call Canada and call the governors in Maine and Vermont to put out an SOS for more alcohol," kata Maura Healey, Gubernur Massachusetts.

Suhu udara di Boston diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius pada hari Sabtu dan akan turun menjadi 27 derajat Celsius saat pertandingan berlangsung.

Sekitar 5.000 penggemar yang tidak memegang tiket dilaporkan bakal memadati area fan zone resmi FIFA di pusat kota Boston, sementara sebagian lainnya menggelar pesta di area parkir stadion.

Berdasarkan data taktis yang dilansir ANTARA, Skotlandia diunggulkan oleh superkomputer Opta dengan peluang kemenangan sebesar 59,0 persen setelah menjuarai Grup C kualifikasi zona Eropa mengungguli Denmark dan Yunani.

Di sisi lain, Haiti mencetak sejarah sebagai negara Kepulauan Karibia pertama yang lolos otomatis setelah memuncaki Grup C kualifikasi zona Concacaf tanpa pernah bermain di kandang sendiri akibat krisis keamanan domestik.

Pelatih Haiti, Sebastien Migne, mengandalkan mayoritas pemain diaspora yang merumput di liga-liga kompetitif Eropa dan Amerika Utara untuk meredam kekuatan bintang-bintang Skotlandia seperti Scott McTominay dan Andy Robertson.

Laga lain di Grup C mempertemukan Maroko dan Brasil yang dijadwalkan bertanding di Stadion MetLife, New Jersey, setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author