6 Tanaman Jadul yang Kembali Tren Tahun 2026
Published
·
2 Reads
Tren berkebun di tahun 2026 mulai bergeser ke tanaman-tanaman klasik bernuansa nostalgia seperti gaya cottage garden atau taman pedesaan klasik. Berikut adalah 6 tanaman jadul yang kembali tren dan banyak diminati karena keindahan alami serta manfaat ekologisnya.
- Hollyhocks — Tanaman lawas ini dikenal dengan batangnya yang menjulang tinggi hingga hampir 3 meter serta memiliki warna bunga beragam yang mencolok. Kehadirannya disukai karena mampu memberikan struktur, tinggi yang menarik untuk taman kecil, serta menghadirkan nuansa romantis yang estetis.
- Delphinium — Menjadi primadona karena memiliki rangkaian bunga menjulang berwarna biru, ungu, hingga putih yang menciptakan kesan dramatis dan elegan. Tanaman klasik ini berpotensi untuk berbunga kembali di akhir musim jika mendapatkan perawatan yang tepat.
- Sweet peas — Tanaman ini digemari karena tidak hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga menawarkan aroma harum yang khas untuk pengalaman sensorik di taman. Sweet peas sangat cocok bagi yang menyukai tren berkebun bunga potong di rumah dengan sentuhan nostalgia.
- Iris — Tanaman dengan kelopak bunga artistik yang didominasi warna ungu ini kembali naik daun karena relatif mudah dirawat namun memberikan hasil maksimal. Iris dapat tumbuh kembali setiap tahun di berbagai kondisi lokasi serta sangat efektif untuk menarik penyerbuk.
- Lupin — Menawarkan kombinasi warna bunga yang berani dengan bentuk menjulang khas yang dapat menjadi titik fokus utama di taman saat musim semi dan panas. Selain unik, lupin disukai pekebun karena mampu memperbaiki kandungan nitrogen dalam tanah demi kelestarian lingkungan.
- Foxglove — Tanaman klasik taman pedesaan ini memiliki bentuk bunga menyerupai lonceng menjulang yang sangat efektif untuk menarik lebah ke ekosistem taman. Foxglove juga memiliki kemampuan menyebarkan benihnya sendiri untuk menghasilkan bunga baru setelah masa berbunga berakhir.
Selain menghadirkan keindahan visual yang khas, tanaman-tanaman klasik tersebut juga menawarkan manfaat ekologis dan pengalaman berkebun yang lebih dekat dengan alam.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author