Hakim Tolak Gugatan Pembatalan Pertandingan UFC di Gedung Putih

Share

Hakim Distrik AS Amit P. Mehta menolak permintaan dua warga Virginia untuk memblokir pertandingan tarung bebas UFC yang dipandu Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat, 12 Juni 2026.

Acara bertajuk UFC Freedom 250 ini digelar di South Lawn Gedung Putih pada Minggu, 14 Juni 2026, untuk memperingati ulang tahun ke-80 Trump sekaligus hari jadi ke-250 Amerika Serikat.

Gugatan hukum yang diajukan oleh yayasan hukum anti-korupsi Public Integrity Project sebelumnya menuduh acara privat ini menyalahgunakan monumen nasional dan menguntungkan finansial Trump secara korup.

Hakim Mehta menyimpulkan bahwa kedua penggugat tidak memiliki hak hukum atau kedudukan untuk menggugat acara yang telah menghabiskan biaya produksi dari pihak UFC lebih dari 60 juta dolar AS tersebut.

Pihak Gedung Putih menegaskan seluruh biaya konstruksi dan tenaga kerja ditanggung penuh oleh UFC, termasuk biaya pemulihan rumput South Lawn sebesar 700.000 dolar AS.

Sebaliknya, pemerintah federal mengalokasikan dana sekitar 10 hingga 12 juta dolar AS untuk kebutuhan darurat, layanan medis, serta pengamanan ketat di sekitar lokasi.

Sebanyak 14 petarung elite dijadwalkan bertanding di dalam kurungan Octagon berdiameter 9 meter yang berada di bawah struktur baja raksasa setinggi 27 meter bernama The Claw.

Promotor memperkirakan arena temporary ini menampung 4.000 penonton langsung, sementara 120.000 pengunjung lainnya akan menonton melalui layar besar di kawasan Ellipse.

Presiden Donald Trump memuji desain struktur Octagon dan The Claw yang dibangun di halaman kepresidenan tersebut.

"quite attractive to a lot of people" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump bahkan memberikan usulan berseloroh bahwa bangunan temporer tersebut bisa saja dipertahankan secara permanen layaknya Menara Eiffel di Prancis.

Di sisi lain, penolakan keras datang dari aliansi penentang yang menilai promosi komersial di properti negara merupakan bentuk pelanggaran berat.

"This is a case about corruption," kata Brendan Ballou, pendiri Public Integrity Project.

Ballou mempertanyakan etika pemanfaatan monumen suci negara demi memperkaya presiden serta para sekutu bisnisnya melalui penjualan hak siar dan sponsor.

Penjualan paket sponsor resmi di kawasan Gedung Putih dan Lincoln Memorial memang melibatkan banyak merek besar mulai dari Bud Light hingga Polymarket.

Terkait hubungan historis, Presiden UFC Dana White mengenang masa awal kedekatannya dengan Trump saat olahraga MMA sempat dilarang di 36 negara bagian sekitar 25 tahun lalu.

"None of the venues wanted [the UFC]," kata Dana White, Presiden UFC.

White menyatakan bahwa Trump berjasa menyelamatkan organisasi UFC dengan bersedia menyelenggarakan dua pertandingan di kasino miliknya di Atlantic City pada tahun 2001.

Sejak saat itu, regulasi ketat diterapkan dan nilai perusahaan UFC melonjak drastis hingga mencapai 12 miliar dolar AS pada tahun 2023.

Mantan juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, Katie Zacharia, membela acara ini dan menilai nilai-nilai sportivitas UFC sangat sejalan dengan prinsip pendirian republik.

"It’s about not giving up the fight until the bitter end," kata Katie Zacharia, komentator konservatif.

Zacharia menambahkan bahwa tidak ada rangkuman yang lebih baik untuk menggambarkan etos masyarakat Amerika selain sebuah pertarungan UFC yang sengit.

Jadwal utama pertandingan UFC Freedom 250 ini akan mempertemukan Ilia Topuria yang berusaha mempertahankan gelar kelas ringannya melawan Justin Gaethje.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author