FIFA Terapkan Jeda Minum Wajib Jaga Kondisi Pemain di Piala Dunia 2026

Share

Regulasi baru akan mewarnai jalannya kompetisi sepak bola tertinggi antarnegara. Dilansir dari Detik Health, seluruh pertandingan dalam gelaran Piala Dunia 2026 bakal menerapkan jeda minum atau hydration break selama 3 menit secara wajib pada menit ke-22 di setiap babak.

Kebijakan tersebut menandai perubahan besar dalam aturan pertandingan. FIFA mengumumkan pada Desember 2025 bahwa aturan ini berlaku untuk seluruh laga tanpa memedulikan kondisi lingkungan di sekitar stadion.

Sebelum keputusan ini diambil, jeda minum biasanya bersifat situasional dan hanya dilakukan saat suhu udara dinilai sangat panas. Kini, pertandingan yang berlangsung di wilayah beriklim sejuk seperti Seattle maupun stadion beratap tertutup tetap harus menjalankan jeda tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap kondisi fisik para atlet di lapangan. Berdasarkan informasi dari laman resmi FIFA, aturan hydration break dirancang untuk memastikan para pemain tetap berada dalam performa terbaik mereka.

Kebijakan protektif ini lahir dari evaluasi sejumlah turnamen terdahulu. Salah satu acuan utamanya adalah penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub yang berlangsung di Amerika Serikat pada musim panas lalu.

Saat turnamen itu berlangsung, cuaca panas ekstrem menjadi persoalan serius bagi para pesepak bola. Gelandang tim nasional Argentina dan Chelsea, Enzo Fernandez, sempat mengeluhkan rasa pusing yang hebat akibat bermain dalam kondisi suhu lingkungan yang berbahaya.

Kondisi darurat cuaca bahkan sempat mengganggu agenda persiapan tim. Berdasarkan laporan ESPN, Enzo Maresca yang saat itu menjabat sebagai head coach Chelsea terpaksa memotong durasi sesi latihan timnya akibat adanya peringatan cuaca code red terkait suhu panas di Philadelphia.

Keluhan senada juga datang dari pemain lini tengah Atletico Madrid asal Spanyol, Marcos Llorente. Dirinya merasakan dampak fisik yang cukup menyiksa pada bagian kaki akibat sengatan suhu panas yang sangat tinggi.

"Jari kaki luka, kuku sakit. Luar biasa," kata Marcos Llorente.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Marcos Llorente setelah klub yang dibelanya menelan kekalahan telak 4-0 dari Paris Saint-Germain dalam laga yang digelar di Pasadena, California.

Sorotan Terhadap Sisi Bisnis dan Komersial

Kritik Perubahan Ritme Permainan

Meski regulasi ini memiliki tujuan yang baik untuk kesehatan, gelombang kritik tetap muncul dari berbagai pihak. Beberapa pengamat menilai jeda di tengah babak membuat pertandingan sepak bola kehilangan jati dirinya.

Kehadiran jeda minum ini dianggap membuat ritme permainan olahraga sepak bola bergeser menyerupai olahraga khas Amerika Serikat. Sistem pertandingannya dinilai menjadi terbagi dalam 4 quarter, bukan lagi berbentuk 2 babak penuh seperti aturan konvensional.Potensi Komersialisasi Lewat Iklan

Sorotan paling tajam yang muncul dari publik berkaitan dengan aspek ekonomi di balik berhentinya laga. Penayangan iklan televisi mendapatkan lampu hijau untuk mengudara selama durasi jeda minum tiga menit tersebut berlangsung.

Kondisi ini memicu pandangan bahwa regulasi baru tidak murni lahir dari motif keselamatan atlet semata. Kebijakan hydration break dinilai kuat memiliki keterikatan dengan unsur bisnis dan komersial yang menguntungkan pihak penyelenggara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author