Maskapai Internasional Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah akibat Perang

Share

Sejumlah maskapai penerbangan internasional melakukan pembatalan dan perubahan jadwal rute menuju Timur Tengah secara besar-besaran akibat perang yang terus berlanjut di wilayah tersebut pada Sabtu (13/6/2026).

Dilansir dari Reuters melalui CNBC Indonesia, gangguan arus lalu lintas udara ini meluas meski beberapa maskapai regional mulai memulihkan kapasitas penerbangan pascakonflik Amerika Serikat dan Iran.

Maskapai di luar Timur Tengah kini terpaksa mengalihkan rute penerbangan Eropa-Asia demi menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel.

Di Eropa, Aegean Airlines dari Yunani membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 26 Juni, ke Dubai hingga 31 Agustus, serta ke Erbil dan Baghdad hingga 30 September.

Langkah serupa diambil airBaltic yang menghentikan rute Tel Aviv sampai 28 Juni dan Dubai hingga 24 Oktober, sementara Air Canada turut membatalkan penerbangan ke kedua destinasi tersebut hingga 24 Oktober.

Air Europa membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni 2026, sedangkan Air France menunda penerbangan ke Tel Aviv hingga 21 Juni serta ke Beirut dan Dubai hingga 24 Juni 2026.

KLM menunda penerbangan menuju Riyadh dan Dammam hingga 26 Juli serta ke Dubai hingga 2 Agustus, sementara maskapai Hong Kong menangguhkan rute Dubai dan Riyadh sampai 31 Agustus.

Dari Amerika Serikat, penerbangan rute Atlanta-Tel Aviv ditunda hingga 18 Desember, namun layanan New York-JFK menuju Tel Aviv direncanakan beroperasi kembali pada 6 September.

Rencana peluncuran rute baru Boston-Tel Aviv yang dijadwalkan akhir Oktober juga resmi ditunda oleh maskapai AS hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Finnair membatalkan penerbangan ke Doha hingga 2 Oktober serta menghindari wilayah udara konflik, meskipun penerbangan menuju Dubai dijadwalkan mulai kembali pada Oktober.

British Airways menunda penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus dan ke Riyadh hingga 8 Agustus, sementara rute Dubai, Tel Aviv, Bahrain, dan Amman ditangguhkan hingga 25 Oktober.

Induk perusahaan British Airways, IAG, berencana memotong kapasitas layanan ke Dubai, Doha, Riyadh, dan Tel Aviv setelah pemulihan, dengan menetapkan Jeddah sebagai rute pilihan.

Maskapai Jepang menunda layanan rute Tokyo-Doha hingga 31 Juli dan rute sebaliknya hingga 1 Agustus, sedangkan LOT Polish Airlines membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 30 Juni dan Beirut hingga 27 Juni.

Lufthansa dan ITA Airways mengonfirmasi akan memulai kembali penerbangan ke Tel Aviv paling cepat 1 Juli, namun tetap menunda penerbangan ke Dubai hingga 13 September.

SWISS menunda penerbangan hingga Agustus, sedangkan Brussels Airlines menghentikan operasi ke wilayah tersebut hingga 24 Oktober.

Grup Lufthansa, termasuk SWISS, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines, menangguhkan penerbangan ke Abu Dhabi, Amman, Beirut, Dammam, Riyadh, Erbil, Muscat, dan Teheran hingga 24 Oktober.

Eurowings menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 9 Juli, Beirut hingga 17 Juli, Erbil hingga 22 Juni, serta Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 24 Oktober.

ITA Airways memperpanjang penangguhan ke Riyadh hingga 30 Juni, sementara Malaysia Airlines akan mengoperasikan layanan terbatas ke Doha mulai 2 Juli.

Maskapai berbiaya rendah lain memilih menunda peluncuran layanan ke Tel Aviv dan Beirut tanpa batas waktu tanpa tanggal mulai yang pasti.

Di sisi lain, maskapai nasional Australia menambah penerbangan ke Roma dan Paris untuk menyiasati lonjakan permintaan rute Eropa melalui penyesuaian jadwal bertahap dari pertengahan April hingga akhir Juli.

Royal Air Maroc membatalkan penerbangan ke Doha hingga 30 Juni, sementara maskapai lain memperpanjang penangguhan rute Singapura-Dubai hingga 2 Agustus sembari menambah kapasitas ke London Gatwick dan Melbourne.

SunExpress membatalkan penerbangan ke Dubai hingga 30 Juni serta ke Bahrain, Beirut, dan Erbil hingga 14 Juli, diikuti penangguhan rute dari daratan Eropa ke Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga pertengahan September.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author