Mantan Personel Cherrybelle Ungkap Hubungan dengan Sarwendah

Share

Mantan personel grup vokal Cherrybelle, Anisa Rahma dan Felly, memberikan klarifikasi mengenai hubungan mereka dengan Sarwendah yang sempat diisukan renggang setelah keluar dari grup tersebut. Dilansir dari Detikcom, pernyataan ini muncul untuk meredam spekulasi publik mengenai konflik lama di antara para anggota.

Anisa Rahma menegaskan bahwa situasi emosional dan komunikasi di antara mereka berdua tetap terjaga dengan baik hingga saat ini. Pertikaian kecil dinilai sebagai hal yang wajar dalam sebuah grup kerja, namun hal itu tidak merusak pertemanan jangka panjang mereka.

"Aku dari dulu sama Wendah benar-benar gak ada problem apa-apa. Kalau namanya konflik atau cekcok antar member itu kan sudah biasa ya. Aku pun juga pernah (mengalami) sama teman-teman, tapi kita semua akhirnya berteman," ujar Anisa Rahma.

Komunikasi intensif pun baru-baru ini kembali terjalin melalui pesan singkat untuk saling memberikan dukungan moral atas permasalahan pribadi masing-masing. Terkait keputusan hengkangnya Sarwendah dahulu, Anisa menegaskan hal tersebut sepenuhnya diatur oleh manajemen tanpa melibatkan diskusi dengan anggota lain.

"Kemarin juga Wendah nge-chat, 'Anisa gimana?' terus aku juga, 'Wendah, kamu juga gimana?' Dia juga nanya aku kebakaran, aku juga nanya kondisi dia saat ini. Tapi kita saling nyemangatin aja," tambah Anisa Rahma.

Sementara itu, mantan anggota lainnya, Felly, turut memberikan pandangannya mengenai situasi yang dihadapi Sarwendah saat ini. Felly memilih untuk membatasi komentar di ruang publik demi menghindari kesalahpahaman penafsiran oleh warganet.

"Kalau aku ngasih support saja sih. Maksudnya gak mau terlalu ikut campur juga, karena takutnya kan kalau di medsos itu takutnya kayak salah ngomong, penyampaiannya kurang atau ditangkapnya jadi lain. Jadi mendingan support dari doa, ajak ketemu gitu," ujar Felly.

Felly tidak membantah bahwa Sarwendah mengalami tekanan emosional yang cukup berat hingga meneteskan air mata akibat isu yang beredar. Konflik dan dinamika yang terjadi diharapkan dapat segera diurai kembali melalui ruang komunikasi yang sehat antar pihak terkait.

"Ya sedihlah, pastilah. Oh nangis, iyalah. Nangis kita," tutur Felly.

Felly meyakini bahwa pertemuan langsung menjadi solusi terbaik untuk meluruskan segala permasalahan.

"Mungkin komunikasinya saja kali ya. Mungkin kalau sudah ketemu, saling ngomong, mungkin masalahnya bisa cepat selesai gitu," pungkas Felly.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author