MPR RI Tegaskan Situs Batujaya Karawang Bukti Toleransi Berabad-abad
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Situs Batujaya di Karawang, Jawa Barat, membuktikan Indonesia memiliki peradaban bernilai luhur sejak berabad-abad lalu dalam forum diskusi pada Jumat (12/6/2026) sore.
Acara Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI tersebut mengangkat tema "Batujaya: Warisan Peradaban dan Identitas Bangsa" yang digelar langsung di kawasan situs peradaban tersebut, seperti dilansir dari Detikcom.
"Batujaya bukan sekadar situs, dia adalah saksi bagaimana masyarakat hidup berdampingan pada masa lalu, berdampingan dalam keberagaman," ujar Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.
Politisi yang akrab disapa Rerie itu mengungkapkan kompleks percandian Buddha di Batujaya berasal dari abad ke-5, sehingga berusia jauh lebih tua daripada Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8.
"Di sinilah sebetulnya ada sebuah pembelajaran bahwa nilai toleransi itu sudah hidup dan berakar sejak berabad-abad lalu di Nusantara," ungkap Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.
Anggota Komisi X DPR RI tersebut menambahkan bahwa empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hadir di ruang kosong.
"Empat Pilar Kebangsaan itu hadir dari perjalanan panjang bangsa ini. Berbagai pikiran besar bertemu, yang kemudian membentuk kita menjadi satu bangsa. Peninggalan bersejarah di Batujaya adalah bagian penting dari perjalanan sejarah itu," tegas Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.
Lebih lanjut, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini turut memberikan apresiasi langsung kepada para mahasiswa arkeologi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang sedang melakukan ekskavasi.
"Apa yang dilakukan anak-anak semua adalah sebuah kerja kebangsaan. Sebuah pekerjaan yang menggali kembali masa lalu, bukan hanya sebagai barang yang kemudian ditampakkan, tapi banyak nilai yang terkandung di dalamnya," ujarnya Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.
Rerie mengingatkan para calon arkeolog agar menjadi penjaga ingatan bangsa di tengah tantangan maraknya pseudo-arkeologi berupa cerita karangan di era digital.
"Tugas kita semua adalah menunjukkan dan memahami bahwa warisan budaya yang ada, seperti peninggalan bersejarah di Situs Batujaya adalah bagian dalam sejarah peradaban bangsa ini dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, penting untuk membangun karakter generasi penerus bangsa," tegas Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI.
Kegiatan kuliah lapangan dan praktik penggalian ini diikuti oleh sebanyak 90 mahasiswa Program Studi Arkeologi FIB UI untuk mempelajari langsung ilmu arkeologi, sejarah, kebudayaan, serta pelestarian warisan bangsa.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Wakil Ketua DPRD Karawang Dian Fahrud Jaman, Dekan FIB UI Dr. Untung Yuwono, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat Retno Raswaty, Ketua Departemen Arkeologi FIB UI Prof. Cecep Eka Permana, dan Ketua Program Studi Arkeologi UI Dr. Ghilman Assilmi.