Microsoft Kehilangan Jutaan Pelanggan Xbox Game Pass Akibat Kenaikan Harga

Share

Microsoft kehilangan jutaan pengguna layanan Xbox Game Pass dalam kurun waktu beberapa bulan setelah memberlakukan kebijakan kenaikan harga ekstrem pada Oktober 2025 lalu.

Dampak buruk dari kebijakan kontroversial tersebut diungkapkan oleh Chief Strategy Officer Xbox yang baru, Matthew Ball, dalam sesi wawancara di ajang Summer Game Fest bersama Game Business Live sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Sabtu (13/6/2026).

Melalui kebijakan terdahulu, Microsoft mendongkrak tarif langganan Xbox Game Pass Ultimate sebesar 50 persen dari USD 19,99 menjadi USD 29,99 per bulan, sementara paket PC Game Pass naik hampir 40 persen menjadi USD 16,49 per bulan.

Lonjakan harga tersebut memicu gelombang protes masif dari komunitas gamer hingga membuat situs resmi Microsoft sempat tumbang akibat banyaknya pengguna yang mengakses halaman pembatalan langganan secara bersamaan.

Situasi penurunan performa bisnis ini kemudian direspons oleh CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, melalui memo internal pada April 2026 yang mengakui bahwa tarif Game Pass sudah terlalu mahal bagi para pemain.

Sharma mengambil langkah pemotongan harga untuk mengembalikan tarif paket Ultimate ke angka USD 22,99 dan paket PC mendekati nominal normal sebelum periode kenaikan.

Sebagai kompromi atas penurunan harga tersebut, manajemen Xbox memutuskan bahwa game terbaru dari seri Call of Duty tidak akan lagi tersedia di layanan Game Pass pada hari pertama peluncuran melainkan baru dimasukkan ke katalog sekitar satu tahun pascarilis.

Strategi penyesuaian ulang harga tersebut diklaim berhasil memulihkan pertumbuhan angka pelanggan serta meningkatkan retensi pengguna Xbox Game Pass pada Mei 2026.

Langkah penyelematan Game Pass ini sekaligus mematahkan keraguan awal dari komunitas dan tokoh legendaris Xbox, Seamus Blackley, terhadap kapabilitas Asha Sharma yang berlatar belakang eksekutif AI.

"seorang dokter perawatan paliatif yang akan mengantar Xbox perlahan menuju kematian." kata Seamus Blackley, pencipta konsol Xbox original tahun 2001.

Kritik tajam tersebut dijawab Sharma dengan membatalkan proyek AI Gaming Copilot yang tidak populer serta mengembalikan fokus pada pengembangan game eksklusif konsol seperti Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author