Sun Life Indonesia Beberkan Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga

Share

Biaya pengobatan yang terus meningkat membuat proteksi kesehatan menjadi elemen krusial dalam perencanaan keuangan rumah tangga.

Perlindungan ini berfungsi menekan risiko pengeluaran besar saat anggota keluarga sakit sekaligus memberikan ketenangan dalam beraktivitas.

Dilansir dari HaiBunda, menentukan produk proteksi tidak boleh sembarangan karena setiap opsi menawarkan manfaat, mekanisme klaim, dan premi yang bervariasi.

Inflasi biaya medis di Indonesia tercatat melonjak hingga 19,8 persen pada 2025 yang memperbesar risiko finansial keluarga saat menghadapi masalah kesehatan.

“Inflasi biaya medis hampir mencapai sebesar 20 persen di tahun 2025. Jadi, kalau kita tidak mempersiapkan perlindungan kesehatan, kita akan mengalami kesulitan keuangan,”

ungkap Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, Jumat (8/5/2026).

Masyarakat perlu mencermati beberapa panduan sebelum menentukan produk proteksi kesehatan yang ideal untuk keluarga.

Hambatan utama masyarakat dalam memiliki proteksi kesehatan adalah persepsi mengenai kerumitan produk, mulai dari istilah polis hingga mekanisme klaim.

“Nomor satu yang menjadi hambatan orang Indonesia banyak yang belum punya asuransi adalah persepsi bahwa ini ribet atau kompleks, mau belinya ribet, mau klaimnya ribet. Jadi, ada persepsi bahwa asuransi itu ribet atau kompleksitasnya tinggi. Jadi merasa, ‘Ah udahlah, nanti aja karena gue enggak ngerti’. Padahal sebenarnya, kalau kita mau baca bisa,”

ujar Chief Marketing Officer, Maika Randini.

Keluarga disarankan memilih produk yang menyediakan informasi transparan mengenai manfaat perlindungan, kriteria klaim, dan biaya premi.

Memperhatikan Akses Layanan dan Kemudahan Klaim

Sistem klaim yang praktis sangat membantu proses perawatan medis, terutama dalam situasi darurat.

“Kemudahan kenyamanan akses layanan kesehatan. Layanan nasabah itu merupakan sesuatu yang harus difokuskan juga,”

ujar Chief Product Officer, Jessica Adrianto.

Fasilitas non-tunai atau cashless serta jaringan rumah sakit yang luas menjadi poin penting yang patut dipertimbangkan.

Memeriksa Cakupan Perlindungan Secara Menyeluruh

Masyarakat harus memastikan cakupan perlindungan mencakup tindakan medis, biaya operasi, rawat inap, hingga penyakit tertentu.

Jessica Adrianto menambahkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan perlindungan komprehensif akibat risiko kesehatan yang terus meningkat.

“Incidence rate untuk sakit itu lebih tinggi dan biaya pun lebih mahal,”

ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author