Kobbie Mainoo Buka Suara Terkait Masa Sulit Bersama Ruben Amorim
Gelandang muda Manchester United, Kobbie Mainoo, akhirnya angkat bicara mengenai periode sulit yang sempat ia lalui ketika tim masih berada di bawah asuhan Ruben Amorim. Pemain asal Inggris tersebut mengakui sempat memikirkan masa depannya di Old Trafford akibat jarang mendapatkan kesempatan bertanding, seperti dilansir dari Bola.
Sebelumnya, spekulasi mengenai masa depan Kobbie Mainoo sempat mencuat meskipun dirinya telah menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun pada April lalu yang mengikatnya hingga 2031. Posisi pemain berusia 21 tahun itu mulai goyah sejak kedatangan Ruben Amorim, bahkan muncul rumor terkait kemungkinan dirinya dijual pada bursa transfer Januari lalu.
Peruntungan Kobbie Mainoo berubah setelah pihak klub memecat Ruben Amorim dan menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim. Di bawah arahan Michael Carrick, sang gelandang kembali dipercaya menjadi starter dalam 14 pertandingan liga dan melewatkan satu laga melawan Leeds United hanya karena cedera ringan.
Saat ditanya oleh Sky Sports mengenai seberapa dekat dirinya untuk meninggalkan Manchester United, Kobbie Mainoo tidak menampik bahwa situasi sulit tersebut membuatnya memikirkan semua kemungkinan.
"Ketika Anda tidak banyak bermain, atau bahkan tidak bermain sama sekali, Anda pasti mempertimbangkan banyak hal," kata Mainoo.
"Tetapi, yang selalu ada di pikiran saya adalah bermain untuk Manchester United dan terus membela klub tempat saya tumbuh," imbuhnya.
Ketidakcocokan Sistem Taktis dengan Pelatih
Kobbie Mainoo juga membeberkan hubungannya dengan Ruben Amorim. Meski sang pelatih asal Portugal menyukai kualitas penampilannya, Kobbie Mainoo dinilai tidak cocok dengan sistem permainan yang diterapkan karena posisinya dianggap sama dengan peran Bruno Fernandes.
"Kalau ada pelatih baru, mereka pasti punya cara bermain sendiri. Kalau mereka merasa Anda tidak cocok, ya berarti Anda dianggap tidak cocok," ujar Mainoo.
"Yang bisa saya lakukan hanyalah terus bekerja dan berlatih agar mungkin mereka melihat saya dari sudut pandang yang berbeda," ungkapnya.
Belajar Kesabaran dan Peluang Menuju Piala Dunia 2026
Menghadapi fase tersebut, Kobbie Mainoo mengaku banyak belajar mengenai kesabaran serta kedisiplinan berkat dukungan dari pemain senior seperti Casemiro, Bruno Fernandes, dan sahabatnya, Joshua Zirkzee.
"Berubah dari hampir selalu bermain di setiap pertandingan menjadi tidak sering bermain tentu bukan hal mudah," akunya.
"Tapi, itu bagus buat saya untuk belajar memahami diri sendiri, memahami permainan, dan belajar sabar."
"Saya belajar mengatur hidup, pola latihan, cara bekerja, dan membangun rutinitas."
"Situasinya memang berat ketika Anda bahkan tidak masuk sebagai pemain pengganti. Tapi, keluarga dan teman-teman membantu saya melihat bahwa masih ada harapan di ujung jalan. Mereka yakin situasinya akan kembali berpihak kepada saya suatu saat nanti, jadi saya hanya perlu bersabar," tuturnya.
Kini, performa impresifnya di bawah Michael Carrick membuka kembali peluang Kobbie Mainoo untuk menembus skuad Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Pelatih Thomas Tuchel sebelumnya telah memasukkan nama Kobbie Mainoo ke dalam daftar sementara berisi 55 pemain, dan kepastian nasibnya di skuad final akan ditentukan pada 22 Mei.