Leganes Menjamu Huesca dalam Laga Krusial LaLiga Hypermotion

Share

CD Leganes menghadapi SD Huesca dalam pertandingan penutup pekan ke-40 LaLiga Hypermotion di Stadion Ontime Butarque pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 20.30 waktu setempat untuk memperebutkan poin krusial demi bertahan di kompetisi kasta kedua Spanyol.

Pertandingan ini menjadi penentu masa depan kedua tim di kompetisi sepak bola tersebut, di mana Leganes menempati peringkat ke-17 dengan 42 poin sedangkan Huesca berada di posisi ke-20 dengan 36 poin. Hasil laga ini juga dipantau ketat oleh Cadiz CF yang berada di peringkat ke-18 dengan 40 poin karena berdampak langsung pada jarak perolehan angka di papan bawah klasemen jelang dua pekan terakhir lanjuan liga.

Pelatih SD Huesca, Jose Luis Oltra, mengubah strategi timnya dengan menerapkan formasi lima bek yang menempatkan Dani Martin di posisi penjaga gawang, dikawal oleh Abad, Jordi, Pulido, Pina, dan Carrillo. Sektor lini tengah diisi oleh Jesus Alvarez, Sielva, dan Portillo, sementara lini serang mengandalkan duet Luna dan Enrich demi mencuri kemenangan di stadion yang dinilai sulit bagi sejarah klub mereka.

Sekitar 200 pendukung setia Huesca dilaporkan melakukan perjalanan ke Madrid menggunakan bus yang difasilitasi oleh klub dan pemain untuk memberikan dukungan langsung di stadion. Pertumbuhan basis pendukung muda menjadi sorotan penting bagi perwakilan suporter di tengah situasi kritis yang dialami klub saat ini.

"Estamos hasta el final con estos jugadores, pero porque no nos queda otra" ujar Juanan, Aficionado SD Huesca.

Pihak suporter menyatakan komitmen besar mereka untuk terus mengawal keberlangsungan tim agar tidak mengalami kemunduran di masa depan. Warisan semangat sepak bola dari generasi ke generasi menjadi landasan utama pergerakan pendukung muda tersebut.

"Este club no tiene que morir, y la gente joven es el que va a hacer que este club no desaparezca, porque tiene que ir de legado el legado" kata Juanan, Aficionado SD Huesca.

Di sisi lain, juru taktik Huesca menegaskan bahwa timnya membutuhkan poin penuh dari seluruh laga tersisa demi mengamankan posisi dari ancaman degradasi. Hasil imbang dinilai tidak akan cukup untuk membawa klub keluar dari zona merah.

"No vale con 7, hay que ganar los 3 partidos para salvarse" sentenció Oltra, Entrenador SD Huesca.

Sementara itu, pelatih CD Leganes, Igor Oca, menurunkan formasi utama yang diperkuat oleh Soriano, Marvel, Ignasi Miquel, Lalo, Ruben Pena, Dani Rodriguez, Juan Cruz, Roberto Lopez, Naim, Diego, dan Diawara. Oca menegaskan signifikansi pertandingan ini sebagai kesempatan besar untuk memastikan posisi klub tetap bertahan di Segunda Division.

"Son cien minutos clave" kata Oca, Entrenador CD Leganes.

Pemain senior Leganes, Ruben Pena, kembali masuk ke dalam skuad setelah sempat menepi sejak Februari akibat cedera robek tendon dan hamstring yang cukup parah. Pena menyatakan kesiapannya untuk tampil penuh dan mengabaikan risiko cedera kambuhan demi membantu tim memenangkan pertandingan krusial ini.

"When me lesioné, lo tenía cristalino: mi dolor por mi situación personal me lo guardaba para mí, como mucho lo comparto con mi familia y mis amigos. En el día a día el ánimo tenía que estar impoluto" ujar Ruben Pena, jugador del Leganes.

Pertandingan antara CD Leganes melawan SD Huesca ini disiarkan secara langsung melalui saluran televisi LaLiga Hypermotion TV serta melalui siaran Radio MARCA dan pembaruan berkala di laman resmi MARCA.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author