Bursa Saham AS Menguat Berkat Harapan Damai dan SpaceX

Share

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Jumat, 13 Juni 2026, setelah terdorong oleh optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran serta debut positif saham SpaceX di hari pertama perdagangannya, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen menyusul pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengenai naskah akhir kesepakatan damai yang telah disetujui, sementara indeks Nasdaq 100 yang didominasi sektor teknologi menguat 0,6 persen.

Saham SpaceX ditutup pada level US$161,11 setelah diperdagangkan perdana di Nasdaq pada harga US$150, atau sekitar 11 persen di atas harga penawaran umum perdana sebesar US$135 per saham, bahkan sempat menyentuh US$176,52.

"Investor saat ini terbelah antara yang melihat IPO SpaceX sebagai puncak reli luar biasa pasar saham dan yang menganggapnya sebagai perubahan paradigma dalam cara pasar menilai saham bertumbuh," kata Managing Director Seda Experts Craig Coben.

Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyebutkan bahwa memorandum kesepahaman dengan AS sudah sangat dekat untuk terwujud.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 4 persen ke kisaran US$84 per barel akibat laporan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz di sela-sela KTT G7 pekan depan.

"Pasar masih memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan meskipun terdapat perbedaan rancangan kesepakatan dan serangan drone yang masih berlangsung," kata Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets Helima Croft.

Pemerintah AS menyatakan peluang penandatanganan mencapai 80 persen hingga 85 persen, namun media pemerintah Iran IRNA melaporkan Teheran tetap menuntut kompensasi konflik dan tidak akan mengembalikan status Selat Hormuz seperti sebelum perang.

Sektor domestik AS menunjukkan perbaikan melalui data sentimen konsumen University Michigan yang meningkat pada Juni untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.

"Penurunan ekspektasi inflasi jangka menengah mengurangi sebagian tekanan terhadap Federal Reserve," kata Ekonom Kepala AS Pantheon Samuel Tombs.

Kepala Strategi Pasar Corpay Karl Schamotta mengingatkan pasar agar tetap berhati-hati terhadap prospek kesepakatan damai tersebut.

Meskipun demikian, menurut Schamotta, pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi meredakan tekanan inflasi global dan memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Di sektor korporasi, saham Adobe Inc. merosot 6,8 persen setelah Chief Financial Officer Dan Durn diumumkan akan mengundurkan diri untuk bergabung dengan Marvell Technology Inc., menyusul mundurnya CEO Adobe awal tahun ini.

"Pada dasarnya Anda memiliki perusahaan anggota S&P 500 yang beroperasi tanpa CEO dan CFO. Sulit mengingat ada perusahaan S&P 500 lain yang pernah berada dalam situasi seperti ini," kata trader Jefferies Jeffrey Favuzza.

Perhatian pasar kini tertuju pada rapat Federal Reserve pekan depan di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh, di mana kenaikan harga energi memicu perkiraan suku bunga akan naik pada awal tahun depan.

"Kami memperkirakan FOMC akan menyampaikan nada netral di bawah kepemimpinan Warsh, dengan penghapusan bahasa yang cenderung dovish namun tanpa sinyal pengetatan yang jelas," kata ekonom Wells Fargo yang dipimpin Tom Porcelli.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author