Filipina Sebut Sanksi China Perburuk Hubungan Bilateral Kedua Negara
Hubungan bilateral antara Manila dan Beijing terancam semakin memburuk setelah Pemerintah Filipina melayangkan protes keras atas sanksi sepihak yang dijatuhkan Pemerintah China terhadap Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dilansir dari Liputan6.com, langkah Beijing melarang masuk Teodoro beserta keluarganya ke wilayah China daratan, Hong Kong, dan Makau dipicu oleh pernyataan Menhan Filipina yang dianggap merugikan kepentingan kedaulatan China.
Kementerian Luar Negeri Filipina memberikan respons resmi dengan menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak mencerminkan upaya penyelesaian konflik yang diplomatis.
"Langkah-langkah seperti ini tidak berkontribusi dalam membangun kepercayaan bersama, mengelola perbedaan secara bertanggung jawab, maupun menciptakan kondisi yang diperlukan untuk keterlibatan konstruktif antara kedua negara," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina.
Di sisi lain, Menhan Gilberto Teodoro Jr. yang mulai menjabat sejak Juni 2023 di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. menegaskan komitmennya untuk tetap menyuarakan kebenaran demi menjaga kedaulatan negaranya di perairan sengketa.
"apa yang mereka lakukan terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kebenaran mengenai tipu daya mereka," kata Teodoro.
Sikap kritis Teodoro terhadap klaim wilayah Beijing di Laut China Selatan sudah berlangsung lama, termasuk kritik langsung yang pernah ia arahkan kepada kepemimpinan tertinggi di China pada tahun lalu.
"Hal itu disebabkan oleh Xi Jinping dan cara kepemimpinannya yang sewenang-wenang … yang kemungkinan dapat menghancurkan kepemimpinannya atas partainya di China serta niat baik yang telah dibangun oleh para pendahulunya," ujar Teodoro.
Ketegangan ini mendorong Filipina untuk terus memperluas jaringan kerja sama militer dengan Amerika Serikat melalui patroli laut bersama, sekaligus mengupayakan perjanjian kunjungan pasukan asing dengan negara sekutu seperti Jepang, Prancis, Kanada, dan Selandia Baru.