GAIKINDO Ungkap Ketidakpastian Insentif Otomotif Picu Penurunan Penjualan Mobil
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyatakan ketidakpastian kelanjutan insentif kendaraan bermotor dari pemerintah memicu konsumen memilih bersikap wait and see, sehingga memicu penurunan penjualan bulanan.
Kondisi pasar otomotif nasional saat ini mengalami perlambatan akibat respons konsumen terhadap ketidakjelasan regulasi stimulus fiskal tersebut, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (12/6/2026).
“Kalau secara month-to-month (mtm) memang menurun, karena kita berhadapan dengan isu adanya insentif, tapi kan belum jelas ini insentifnya. Karena saat dengan insentif orang akan nunda pembelian. Sehingga mtm turun,” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO.
Faktor lain yang memperparah sentimen pasar adalah tekanan eksternal dari fluktuasi makroekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang membuat konsumen semakin berhati-hati membelanjakan modal.
“Di sisi lain, dengan nilai tukar yang merosot, orang akan makin khawatir lagi, mau beli sekarang atau nanti atau bakal saving money, jadi banyak faktor,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO.
Asosiasi memproyeksikan pergerakan pasar pada bulan ini masih akan menghadapi tantangan berat seiring dengan rencana penyesuaian harga oleh para agen pemegang merek (APM).
“Untuk Juni, APM akan mulai menaikan harga, probabilitasnya [penjualan] lebih cenderung turun ketimbang naik di bulan ini, kalau dibanding sama [penjualan] Mei ya," tambah Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO.
Data resmi GAIKINDO menunjukkan penjualan wholesales Mei 2026 tercatat sebesar 69.219 unit, atau terkoreksi 14,3% dibandingkan April 2026 yang mencapai 80.779 unit akibat berkah musiman pasca-Lebaran.
Penjualan ritel juga turun dari 75.736 unit pada April menjadi 71.890 unit pada Mei akibat tingginya intensitas hari libur nasional yang memangkas hari kerja efektif, meski secara tahunan performa Mei 2026 masih tumbuh dua digit.
Di sisi lain, Kementerian Perindustrian dilaporkan telah merumuskan skema stimulus baru untuk kebijakan fiskal 2026 berdasarkan segmentasi teknologi kendaraan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), dan basis reduksi emisi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengindikasikan bahwa pembicaraan mengenai kelanjutan insentif PPnBM dan PPN DTP untuk kendaraan listrik (BEV) dan mobil ramah lingkungan lainnya sudah hampir selesai.
“Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif. Insentif sebagai sebuah stimulus," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Pemerintah berencana mengalokasikan kuota insentif masing-masing sebanyak 100 ribu unit untuk kendaraan roda empat dan roda dua guna memastikan roda pertumbuhan ekonomi terus berjalan.
“100 ribu (unit) mobil listrik dan 100 ribu motor listrik. Sampai Oktober kita buka" ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Hingga saat ini, besaran insentif mobil listrik belum diperinci, namun untuk motor listrik dikabarkan sebesar Rp5… juta per unit.
"Kalau habis nanti kita buka lagi. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi terus berjalan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.