Saham SpaceX Melonjak 20 Persen pada Debut Perdagangan Perdana di Nasdaq
Saham perusahaan dirgantara SpaceX langsung melonjak hampir 20 persen hingga menyentuh kisaran 161,75 dolar AS tidak lama setelah memulai perdagangan perdana di bursa Nasdaq dengan kode SPCX pada Jumat, 12 Juni 2026 siang waktu setempat.
Lonjakan dari harga pembukaan sebesar 150 dolar AS ini terjadi setelah perusahaan merampungkan penawaran umum perdana atau IPO terbesar dalam sejarah yang membawa nilai valuasi SpaceX mencapai 1,77 triliun dolar AS.
Dilansir dari Forbes, tingginya minat investor terlihat dari total permintaan yang menembus angka 250 dolar AS miliar atau mengalami kelebihan permintaan hingga hampir empat kali lipat dari rencana penawaran.
Selain investor ritel yang memesan saham di atas 100 miliar dolar AS melalui berbagai broker, institusi besar seperti BlackRock juga menempatkan dana sedikitnya 5 miliar dolar AS dalam aksi korporasi ini.
Aktivitas IPO berskala masif tersebut sempat diwarnai dinamika politik ketika Senator Amerika Serikat, Elizabeth Warren, mengirimkan surat sepanjang 12 halaman kepada Komisioner SEC Paul Atkins guna meminta penundaan proses IPO.
Warren mempersoalkan struktur tata kelola perusahaan di mana Elon Musk memegang kendali atas 85 persen hak suara pemegang saham, yang dinilai memberikan tingkat kekuasaan tanpa tanding bagi sang pendiri.
Kritik senada disampaikan oleh profesor hukum University of Colorado, Boulder, Ann Lipton, yang menyebut langkah SpaceX ini menutup peluang bagi pemegang saham publik untuk memiliki pengaruh di dalam internal perusahaan.
Merespons momentum pencatatan saham bersejarah yang dilakukan di Texas tersebut, pendiri SpaceX menyampaikan refleksinya atas perjalanan panjang perusahaan dirgantara yang ia rintis dari sebuah gudang kecil.
"It is certainly hard to believe that little company that started in a warehouse in El Segundo is now going public," kata Elon Musk, Pendiri SpaceX.
Musk menambahkan bahwa pada awal pendiriannya, ia sama sekali tidak menyangka perusahaan ini akan mampu bertahan dan sukses melakukan penawaran umum perdana terbesar di dunia.
"It was the largest IPO ever, and let me tell you, if people had told me this was going to happen, I was like, ‘Man, you must be smoking some really good crack, because I think this company is going to fail.’ I gave SpaceX a less-than-10% chance of succeeding at all," ujar Elon Musk, Pendiri SpaceX.
Di sisi lain, pelaksanaan IPO SpaceX juga diterpa isu keamanan internasional setelah media pemerintah Iran melaporkan ancaman militer dari negara tersebut yang akan menyasar aset-aset milik Elon Musk di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi ancaman militer tersebut, manajemen operasional perusahaan menegaskan kesiapannya untuk terus melangkah maju terlepas dari adanya berbagai tantangan global yang dihadapi.
"I think when you’re doing things that are really different and you’re doing things that are trying to change the world, I think some people and some countries get mad, you know, but we always try to do the right thing. We’ll keep forging ahead," cetus Gwynne Shotwell, Presiden SpaceX.
Aksi korporasi ini turut mendongkrak kekayaan internal perusahaan, termasuk kepemilikan 12 juta lembar saham milik Shotwell yang kini nilainya diperkirakan melonjak melebihi angka 1,2 miliar dolar AS.